Waspada Bahaya Hubungan Tak Sehat, Kenali Tandanya

Newswire
Newswire Sabtu, 23 Juni 2018 18:35 WIB
Waspada Bahaya Hubungan Tak Sehat, Kenali Tandanya

Ilustrasi Pasangan/Reuters

Harianjogja.com, JAKARTA—Cinta itu buta, sampai-sampai banyak yang tak tahu hubungan Anda bersama pasangan telah tak sehat. Alih-alih membahagiakan, Anda bisa depresi berada dalam hubungan itu.

Psikolog klinis Pingkan Rumondor menjabarkan sinyal-sinyal bahaya yang menunjukkan hubungan Anda sebenarnya tidak sehat. Simak berikut ini:

1. Ada ketidakseimbangan kuasa, salah satu merasa lebih tinggi dari yang lain.

2. Ada kekerasan, baik itu verbal (mengejek, memanggil dengan panggilan kasar), fisik (memukul, menendang, mencubit), seksual (menyentuh tanpa persetujuan, memaksa berhubungan seks), hingga pembatasan (melarang ketemu lawan jenis, pada pernikahan: menahan uang pasangan).

3. Salah satu pasangan terlibat adiksi alkohol atau zat ilegal.

4. Banyak rahasia (termasuk perselingkuhan).

5. Lebih banyak berubah jadi lebih negatif ketika dalam hubungan dibandingkan perubahan positif

6. Hitung-hitungan dan saling membalas karena dendam.  

7. Kritik yang tidak membangun. Misalnya satu pihak menggeneralisasi masalah dan menegur pasangan dengan pernyataan, “Kamu selalu begitu,” atau “Kamu tidak pernah begini,”

8. Membela diri (defensiveness).

9. Merasa lebih hebat dan lebih benar dari pasangan, sehingga mengecilkan pasangan.

10. Memilih untuk mengacuhkan masalah dan tidak bicara dengan pasangan.

Pingkan menyarakan membicarakan hal tersebut dengan pasangan dengan mencari waktu yang tepat, sebelumnya Anda harus merenungkannya terlebih dahulu. Jika perlu dicatat. Jika tahap membicarakan hal itu dengan pasangan tidak lagi bisa dijalankan, Anda harus mencari bantuan seperti psikolog atau konselor pernikahan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online