Busana Rancangan Pungky Rima, Mencintai Alam di Bulan Ramadan

Maya Arina Pramudita
Maya Arina Pramudita Selasa, 05 Juni 2018 13:35 WIB
Busana Rancangan Pungky Rima, Mencintai Alam di Bulan Ramadan

Busana rancangan Pungky Rima/ist

Harianjogja.com, JOGJA—Desainer Pungky Rima kembali mengeluarkan koleksi busana berkonsep alami. Pada bulan Ramadan 2018 Pungky menghadirkan karya bertema Eco Fashion.

Koleksi busana kali ini menggunakan konsep alami karena Pungky ingin menyampaikan pesan mencintai alam dari dunia mode.  Konsep tersebut dituangkan dengan penggunaan material kain berupa sutra dan doby cotton serta dihiasi motif daun yang dihasilkan dari teknik ecoprint.

"Karya kali ini menggunakan sutra ecoprint dengan katun doby, lalu tule nya itu minim cutting supaya mengurangi sampah sisa kain," kata Pungky kepada Harian Jogja.com belum lama ini. 

Desainer yang memiliki ciri khas rancangan bertema Eco Urban ini, menggunakan ecoprint dengan cara yang unik yakni dengan metode steam method yang tidak lain ecoprint yang dibuat dengan cara mengukus kain agar tercipta motif-motif unik dan alami.

“Ada beberapa daun yang saya gunakan sebagai motif. Daun-daun itu meliputi daun jarak, daun kesumba dan daun cemara. Saya menggunakan daun-daun tersebut karena dapat memunculkan warna hijau dan ada sedikit warna kehitaman yang dapat menjadi kontras dan menjadi aspek gelap dalam hasil ecoprint,” ujar Pungky belum lama ini.

Proses pengerjaan kain ecoprint ini memakan waktu yang singkat sekitar dua hingga tiga hari saja. Setelah kain jadi, Pungky kemudian menggambar pola dan mengerjakan kain menjadi busana selama tujuh hari sehingga Pungky memerlukan waktu sekitar sepuluh hari untuk menyelesaikan karya.  Selain busana muslim yang menggunakan kain ecoprint, Pungky juga membuat jilbab segi empat dengan ecoprint.

Pungky mengaku bahwa dalam karya busana yang dikerjakan pada 2018, ia mendapatkan inspirasi dari pesisir pantai. Keindahan pantai dan pemandangannya membuat Pungky terinspirasi mengambil warna dan keindahan tumbuhan yang tumbuh di pinggir pantai. 

"Tahun ini baik koleksi busana pria dan wanita semuanya saya terinspirasi dari pesisir pantai. Pantai dihiasi oleh pohon kelapa dan pohon-pohon lain disekelilingnya," tutur Pungky.

Untuk itu, desainer DIY yang aktif mengikuti pagelaran Fashion Show ini menggunakan paduan warna yang senada dengan pesisir pantai seperti warna cream nut, hijau, kecokelatan dan beberapa detail sesekali menggunakan warna terakota.

Bermain Lipatan

Ada empat busana yang dirancang Pungky khusus untuk perempuan dengan konsep ready to wear alias siap pakai. Kesan yang ditonjolkan adalah casual, anggun dan syar’i. Busana kali ini diberi judul Crease Serie by Pungky Rima.

 “Saya memilih kata crease karena bermakna kerutan atau lipatan. Dalam karya kali ini ada banyak kerutan dan lipatan pada busana. Selain itu juga terdapat aksen kerut dan anyaman dalam koleksi busana kali ini,” ujar Pungky.

Pungky menjelaskan Crease Serie by Pungky Rima dapat digunakan untuk acara semi formal seperti acara arisan, hangout, maupun acara pesta. “Tentu saja dapat dipadukan dengan situasi dan kondisi acara itu sendiri,” katanya.

Untuk menyempurnakan penampilan, Pungky memadukan tatanan hijab modern sehingga memberikan tampilan busana muslim yang stylish namun tetap syar’i.  Koleksi busana kali ini juga dapat dipadukan menggunakan sepatu high heels maupun stiletto heels.

Ke depan, Pungky ingin terus menghasilkan koleksi busana yang ramah lingkungan dan membawa pesan alam kepada masyarakat. Pungky berharap koleksi busana dengan pesan alam dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan melalui dunia fesyen Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online