Gempa M 5,3 Guncang Kupang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Gempa M 5,3 mengguncang Kupang pada Minggu malam. BMKG menyatakan gempa dipicu aktivitas subduksi dan tidak berpotensi tsunami.
Celine Dion. /Istimewa-Instagram
Harianjogja.com, JAKARTA- Pihak promotor konser diva musik pop dunia Celine Dion akan menambah jumlah personel keamanan, mengingat adanya aksi teror di Tanah Air beberapa waktu terakhir.
Hal itu dipastikan, meski konser masih akan digelar dua bulan lagi, yakni 7 Juli 2018 di Jakarta Convention Center, Bogor, Jawa Barat.
Dalam konsernya nanti, pelantun "My Heart Will Go On" itu akan dijaga ketat 200 personel keamanan.
Namun, terkait banyaknya aksi teror itu, pihak manajemen Celine Dion tak terganggu sama sekali. Bahkan komunikasi tetap lancar dengan pihak Celine Dion.
"Kendala kalau dari kami selama ini komunikasi dengan manajemen nggak ada kendala. Komunikasi kami bahkan tidak menyinggung hal itu jadi masih on schedule," tutur Hari Sudarma selaku Project & Marletinh Director PK Entertainment di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (24/5/2018).
Menurut Peter Harjani selaku CEO PK Entertaiment, sejauh ini memang untuk pihak keamanan masih dalam tahap diskusi. Setidaknya minimal 200 personel akan disiagakan untuk menjaga konser tersebut.
"Keamanan nanti ada 200 security dari beberapa instansi gabungan. Penjagaannya kami masih dalam tahap diskusi. Minimal 200 saat ini dengan situasi yang ada kami pasti mau berjalan lancar," ucap Peter Harjani di tempat yang sama.
Tak hanya itu, dari pihak Celine Dion kata Peter akan mendatangkan langsung pihak keamanan sebanyak lima orang. Tak ketinggalan dari pihak promotor juga akan melakukan hal serupa diluar penjagaan 200 personel keamanan.
"Private security lima dibawa sendiri dari pihak Celine Dion. Kami akan melakukan internal security. Dengan kejadian yang lalu itu dari pihak manajemen dan promotor internasional tidak menyinggung. Tidak ada additional rider dari mereka. Calm banget," tutup Peter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Gempa M 5,3 mengguncang Kupang pada Minggu malam. BMKG menyatakan gempa dipicu aktivitas subduksi dan tidak berpotensi tsunami.
Pemkab Kulonprogo mengeluhkan minimnya keterlibatan dalam program MBG dan menyoroti sebaran SPPG yang belum merata di wilayahnya.
Kabupaten Bantul akan memasok 250 ton sampah per hari untuk mendukung operasional PSEL Piyungan yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2028.
Xpeng melakukan recall 33.473 unit X9 di China akibat potensi kebocoran pada suspensi udara depan. Perbaikan gratis akan dimulai pada 28 Agustus 2026.
" kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya DPRD Sleman mempelajari strategi komunikasi publik yang diterapkan Pemerintah Kota Surabaya,"
Pemkab Banyumas menunggu hasil investigasi Polresta Banyumas terkait ambruknya tribun VIP Drift Speed Fest di Purwokerto. Korban sementara mencapai sekitar 90 o