Yuk Ajak Anak Bermain di Luar seperti Kita Waktu Kecil

Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari Kamis, 10 Mei 2018 12:35 WIB
Yuk Ajak Anak Bermain di Luar seperti Kita Waktu Kecil

Ilustrasi anak bermain gobak sodor/JIBI-Bisnis Indonesia

Harianjogja.com, JAKARTA-Permainan tradisional mendorong kebiasaan baik pada anak-anak agar kerap bermain di luar. Orang tua tentu harus memberi contoh. Jangan terlalu banyak bermain bersama gadget. Ada baiknya mengembalikan kejayaan permainan tradisional yang pernah dimainkan para orang tua dengan menularkannya pada anak.

Bermain dan mendapatkan pendidikan adalah dua aspek penting bagi anak-anak. Namun banyak anak-anak yang saat ini tidak memiliki kesempatan untuk bermain yang seutuhnya. Bermain yang seutuhnya berarti bersentuhan dengan tanah, air, angin dan udara. Bukan hanya sebagai ‘hak’ anak, namun bermain juga dapat mengembangkan karakter anak.

Dr. Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si., selaku Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), mengatakan, Indonesia kaya akan budaya dan memiliki banyak permainan tradisional yang hampir terlupakan.

"Dengan memperkenalkan dan memopulerkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda, bisa menjadi media untuk melestarikan nilai budaya dan tradisi daerah yang menjadi kekayaan bangsa kita dan juga mengembangkan kemasyarakatan bangsa.” ujar Kak Seto belum lama ini.

Hal tersebut juga sejalan dengan visi pemerintah sebagaimana tertuang dalam himbauan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yang mendorong metode belajar lebih banyak dilakukan di luar ruangan agar generasi muda dapat beradaptasi dan merasakan konkritnya pembelajaran yang didapatkan.

Pendidikan bukan semata-mata hanya untuk urusan akademik, tetapi dapat diperoleh sambil bermain dan belajar, seperti konsep yang diadaptasi dalam permainan tradisional. Bermain permainan tradisional tidak hanya akan mengembangkan karakter anak, namun juga mengajarkan anak-anak tentang pentingnya kebudayaan dan kemajemukan bangsa.

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS), PT Johnson & Johnson Indonesia, melalui Combantrin, bersama-sama dengan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) serta didukung penuh oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia (KEMENSOS RI) menghimbau masyarakat khususnya para orangtua untuk membangkitkan semangat bermain dan belajar melalui gerakan nasional #JamMainKita dengan mengundang sekitar 500 anak Indonesia dan lebih dari 100 tenaga pendidik beserta orangtua untuk bermain permainan tradisional bersama. 

Menteri Sosial Republik Indonesia, Idrus Marham mengatakan, sangat mendukung adanya gerakan nasional #JamMainKita yang mengangkat nilai-nilai budaya Indonesia melalui permainan tradisional. "Harapan kami ke depan, #JamMainKita tidak hanya sebagai sebuah selebrasi, tetapi juga dapat menjadi sebuah kebijakan resmi terkait pendidikan anak, seperti Inpres (Instruksi Presiden) dan Permen (Peraturan Menteri), supaya bermain permainan tradisional di luar ruangan dapat menjadi salah satu kurikulum sekolah, serta mendapat dukungan berupa penyediaan fasilitas ruang publik yang aman bagi anak-anak untuk bermain permainan tradisional.” ujarnya.

 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online