Duka Budaya! Pelestari Wayang Kertas Legendaris Mbah Brambang Wafat
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Ilustrasi psikopat/JIBI-Bisnis Indonesia-Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA-Psikopat adalah orang yang karena kelainan jiwa menunjukkan perilaku yang menyimpang sehingga mengalami kesulitan dalam pergaulan. Anak-anak juga bisa menjadi seorang psikopat. Tentu orang tua tidak mau hal itu terjadi, namun tanda-tandanya bisa dikenali sejak dini. Beri ketegasan, arahkan dengan baik, jika perlu berkonsultasilah dengan psikolog.
Tanda-tanda seorang psikopat sudah bisa terlihat sejak seseorang masih kecil. Inilah tujuh tanda yang bisa menunjukkan jika seorang anak bisa jadi psikopat saat dewasa .
Tugas orang tua untuk mendidik dan merawat anak memang tak mudah. Jadi, agar anak bisa tumbuh dengan baik dan jauh dari masa depan yang tak diinginkan, ada baiknya kita mengetahui tujuh tanda yang bisa menunjukkan bahwa seorang anak bisa jadi psikopat saat dewasa, seperti yang dilaporkan oleh Brightside berikut ini.
1. Suka berlaku kejam pada binatang
Jika seorang anak suka melakukan hal yang kejam pada binatang, bahkan sampai membunuhnya, maka seharusnya orang tua sudah mulai waspada. Apalagi saat anak-anak sudah dijelaskan bahwa membunuh dan melakukan hal yang kejam pada bintang adalah hal yang salah tapi ia masih tetap melakukannya. Jika sudah begitu, maka sudah waktunya bagi orang tua untuk mencari bantuan.
2. Suka membakar sesuatu tanpa alasan
Tanda lain yang bisa menunjukkan bahwa seorang anak bisa berpotensi menjadi psikopat saat sudah dewasa adalah bila mereka suka membakar sesuatu tanpa alasan. Membakar sesuatu adalah ekspresi kemarahan dan pembangkangan yang mereka lakukan.
3. Sering dimarahi ketika mengompol
Saat masih anak-anak tentunya mengompol adalah hal yang sering terjadi. Namun, saat anak mengompol dan mendapat hukuman berupa pukulan dari orang tua, rupanya hal itu bisa menjadi salah satu hal yang bisa menuntun mereka suka berlaku kasar saat dewasa.
Anak-anak akan merasa malu saat mengompol tapi seharusnya orang dewasa tak lantas memarahi, berlaku kasar, apalagi mempermalukan mereka di depan teman-temannya. Perasaan anak itu bisa tersakiti dan membuatnya jadi dendam dan ingin berbuat kekerasan saat dewasa kelak.
4. Melanggar peraturan dan menyakiti orang lain adalah kebahagiaan tersendiri
Bagi anak-anak, seharusnya saat mereka melanggar peraturan maka mereka akan sedih dan takut. Namun, jika anak-anak tersebut justru menikmati saat melanggar peraturan dan menganggap hal itu sebagai pemacu andrenalin, maka orang tua harus mulai waspada. Pasalnya, anak-anak calon psikopat biasanya akan sangat bahagia saat melihat orang lain menderita karena ulahnya.
5. Tak menyesal saat ketahuan berbohong
Bukan hanya anak-anak, orang dewasa yang ketahuan berbohong pastinya akan merasa menyesal dan meminta maaf. Anak-anak yang memiliki tanda sebagai psikopat tak akan menunjukkan wajah menyesal meskipun telah ketahuan berbohong
6. Suka menindas
Memang tidak semua pelaku bullying adalah calon psikopat. Tapi jika seorang anak sudah melakukan hal tersebut sejak kecil dan tak pernah menyesali perbuatannya, maka seharusnya orang tua juga harus mulai waspada. Anak yang suka melakukan bullying biasanya akan menikmati kesengsaraan korbannya.
Biasanya, anak yang suka mem-bully hanya karena ingin mendapatkan perhatian saja. Namun, jika ia suka mem-bully karena hanya ingin melihat korbannya sengsara dan menikmati perbuatan tersebut, maka ia sudah menunjukkan tanda calon psikopat di masa depan.
7. Tidak sensitif
Anak-anak yang memiliki tanda psikopat sebenarnya bisa dilihat dari kadar sensitif yang mereka miliki. Jika mereka tak sensitif dan ditunjukkan dengan tak pernah merasa takut atau tertekan seperti teman sebayanya, maka orang tua juga harus segera meminta bantuan ke psikolog. Mereka biasanya juga tak tahu apa itu sebenarnya kasih sayang dan juga simpati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Astra Motor Yogyakarta turut mendukung program TUMBUH yang memiliki tema semangat kolaboratif antar generasi muda hingga masyarakat pesisir
Sapi simmental berbobot 1 ton asal Gedangsari, Gunungkidul, dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk kurban tahun ini.
Gregoria Mariska Tunjung resmi mundur dari Pelatnas PBSI karena alasan kesehatan, PBSI menghormati keputusan dan fokus pada pemulihan.
Megawati Hangestri resmi bergabung dengan Hillstate Korea Selatan dan dijadwalkan debut di KOVO Cup serta V-League 2026/2027.
PSIM Jogja incar 10 besar Super League 2025/2026, Van Gastel tetap turunkan skuad terbaik di dua laga sisa musim.