13 Bank Tutup hingga September 2026, Ada dari DIY dan Jawa Tengah
13 bank dicabut izin usahanya hingga September 2026. Cek daftar bank, lokasi, dan proses penyelesaian hak nasabah oleh LPS.
Ilustrasi Anak/JIBI-Bisnis Indonesia-Webmd
Harianjogja.com, JAKARTA-Anak-anak menunjukkan beragam perilaku yang acak. Ada yang diam dan penurut, ada yang jahil, ada yang sangat kreatif dan lucu, ada juga yang suka mengganggu. Dalam pengasuhan anak, orang tua tentu harus meningkatkan pengetahuan mereka untuk menangani perilaku-perilaku kecenderungan anak, apalagi pada anak-anak yang suka mengganggu.
Sebuah penelitian baru telah mengungkapkan strategi pengasuhan yang efektif untuk mengurangi perilaku suka mengganggu pada anak-anak.
Penelitian yang dipimpin oleh Society for Research in Child Development, menemukan gambaran apakah anak-anak sudah menunjukkan masalah perilaku, berdasarkan lebih dari 150 studi tentang program pengasuhan. Kebanyakan program pengasuhan bertujuan untuk mengajar orang tua cara mengurangi perilaku tidak baik anak-anak mereka.
Perilaku tidak baik ini didefinisikan sebagai perilaku yang tidak kooperatif dan bermusuhan secara terbuka, termasuk sering marah, berdebat berlebihan dengan orang dewasa, dan usaha yang disengaja untuk mengganggu orang lain.
Penelitian itu dilakukan oleh para peneliti di Universitas Amsterdam, Universitas Cardiff, Universitas Oxford, dan Universitas Utrecht, dan dipublikasi belum lama ini.
"Kami menemukan bahwa ketika perilaku tidak baik telah muncul pada anak-anak, kombinasi dari mengajar orang tua bagaimana mengelola perilaku bersama dengan strategi membangun hubungan lebih efektif daripada hanya mengajar orang tua bagaimana mengelola perilaku sangat penting," jelas Patty Leijten, yang memimpin penelitian.
"Namun, ketika perilaku tidak baik belum muncul sebagai masalah, mengajar orang tua kedua strategi itu tidak lebih bermanfaat daripada mengajarkan strategi manajemen perilaku sendirian," katanya.
Strategi manajemen perilaku termasuk pujian untuk meningkatkan perilaku positif dan konsekuensi negatif untuk mengurangi perilaku mengganggu. Strategi membangun hubungan termasuk mendorong orang tua untuk peka terhadap kebutuhan anak-anak mereka.
Para peneliti mengamati 156 anak dan orang tua tentang keefektifan program pengasuhan untuk mengurangi perilaku tidak baik pada anak-anak usia 2 hingga 10 tahun. Studi ini melibatkan lebih dari 15.000 keluarga dari berbagai latar belakang sosial ekonomi di 20 negara. Studi ini dapat membandingkan keefektifan pendekatan yang umum digunakan ini.
"Pembuat kebijakan dan penyedia layanan harus menyadari bahwa keluarga yang berbeda mungkin memerlukan strategi yang berbeda untuk mengurangi perilaku mengganggu pada anak-anak. Program yang dirancang untuk mencegah perilaku mengganggu yang parah dan untuk mengobati perilaku mengganggu yang parah mungkin memerlukan pendekatan yang berbeda," saran GJ Melendez-Torres, yang ikut melakukan penelitian.
“Membangun hubungan dengan manajemen perilaku dapat menguntungkan anak-anak yang belum mengembangkan perilaku mengganggu yang parah dengan cara lain, seperti mendorong komunikasi yang lebih baik secara keseluruhan antara orang tua dan anak-anak, tetapi itu tidak membantu mengurangi perilaku mengganggu pada anak-anak ini.
Namun, untuk anak-anak yang telah mengembangkan perilaku mengganggu yang parah, membangun hubungan dengan manajemen perilaku adalah kunci untuk mengurangi masalah ini, ”lanjut Melendez-Torres.
Temuan dari penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Child Development, sebuah publikasi dari Society for Research in Child Development.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
13 bank dicabut izin usahanya hingga September 2026. Cek daftar bank, lokasi, dan proses penyelesaian hak nasabah oleh LPS.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.
iPhone 18 Pro 1TB dan 2TB dilaporkan memakai QLC, sedangkan 256GB dan 512GB menggunakan TLC. Simak hasil uji performanya.