Siswi Sekolah Rakyat Sragen Meninggal, Sempat Demam dan Kejang
Siswi Sekolah Rakyat Sragen meninggal setelah demam, muntah, dan kejang. Ia sempat menjalani pemeriksaan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Teh daun sukun banyak manfaatnya
Harianjogja.com, SLEMAN -- Pameran Potensi Daerah dan Gelar Budaya Kabupaten Sleman Tahun 2015 di Lapangan Denggung memang selalu menghadirkan inovasi. Tidak hanya pementasan di atas, panggung namun produk inovatif, seperti teh dari daun sukun.
Daun Sukun yang hanya dianggap sampah ternyata mempunyai khasiat yang luar biasa. Daun sukun yang banyak dijumpai diberbagai tempat, terutama di wilayah kecamatan Kalasan dapat diolah menjadi komoditas yang mempunyai nilai ekonomis tinggi.
Daun Sukun tersebut lewat tangan terampil Suhartono yang berdomisili di Dukuhsari, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan dapat diopah menjadi Teh Daun Sukun. Teh ini juga memiliki banyak khasiat luar biasa.
"Memang awalnya saya coba berkreasi dengan daun sukun yang banyak jatuh di wilayah ini. Setelah melakukan beberapa uji coba akhirnya saya mencoba membuat teh," jelas Suhartono di Lapangan Denggung belum lama ini.
Cara pembuatan teh ini, mula-mula daun sukun dipetik yang masih muda dan segar. Kemudian dicuci sampai bersih kemudian dirajang. Setelah dirajang, daun itu dijemur di bawah terik matahari selama dua hingga tiga hari.
Daun yang sudah kering, kemudian digiling dan dioven selama sekitar 15 menit pada suhu 70 derajat celcius baru dikemas dan siap diseduh di air panas.
"Setelah menjadi teh, daun sukun itu kami kemas dengan rapi dalam kantong dan box. Satu box yang berisi 20 kantong teh bisa kami jual dengan harga Rp20.000," kata Suhartono.
Kasiat Teh Daun Sukun itu sendiri menurut Suhartono, antara lain dapat mengatasi diabetes, stroke, asam urat, gagal ginjal, darah tinggi, inflamasi, jantung, batu ginjal dan kolesterol.
Lebih lanjut disampaikan bahwa manfaat Daun Sukun itu sendiri berdasarkan penelitian LIPI, antara lain dapat menjaga jantung dari kerusakan sistem kardiovaskuler karena mengandung flavonoid dan sitosterol.
"Yang jelas Teh Daun Sukun Lasyaka terbuat 100% daun sukun asli tanpa bahan pengawet. Sehingga manfaat dan kasiat daun sukun dapat diperoleh dengan mengkonsumsinya.Teh Daun sukun Lasyaka baik dikonsumsi oleh siapa saja, baik untuk sekadar minuman kesehataan ataupun untuk terapi pengobatan berbagai macam penyakit," tambah Suhartono.
Untuk pemasaran, Suhartono menjualnya lewat media online dengan konsumen kebanyakan dari Jakarta, Kalimantan dan Sulawesi. Untuk konsumen biasanya sekali pesan 10 box, sedang untuk agen biasanya 50 box. Produksi perbulannya belum terlalu banyak baru sekitar 300 box.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siswi Sekolah Rakyat Sragen meninggal setelah demam, muntah, dan kejang. Ia sempat menjalani pemeriksaan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Keluarga korban Kapal Virgo Transport 8 menanti kabar di Surabaya. Ada yang masih mencari anggota keluarga, ada pula yang mendapat kabar selamat.
3D printing mulai meluas di Jogja, digunakan keluarga, UMKM, mahasiswa hingga pendidikan untuk kreativitas, produksi dan pengembangan produk.
Riyanda selamat dari tenggelamnya Virgo Transport 8 setelah berpegangan tripleks selama terombang-ambing di Laut Jawa.
Kawasan industri Gunungkidul diperluas menjadi sekitar 1.500 hektare untuk menarik investasi dan perusahaan besar serta menyerap tenaga kerja.
Kontes nasional kambing Kaligesing di Kulon Progo diikuti 300 peserta. Ternak unggul disebut bernilai hingga ratusan juta rupiah.