Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
ca. 2003 --- Hand Reaching --- Image by © Royalty-Free/Corbis
http://images.harianjogja.com/2013/02/hulur-tangan1-310x310.jpg" alt="" width="310" height="310" />JAKARTA – Jangan sepelekan cedera di tangan. Karena selain memegang peranan penting, tangan akan memengarugi aktivitas organ lain.
Jaringan organ tangan sesungguhnya sangat kompleks dan lebih ruwet dibanding organ lainnya. Karena itu, jangan sekali pun Anda menganggap ringan cedera yang terjadi pada organ satu ini.
Betapa pun setiap gangguan pada tangan, akan berpengaruh besar terhadap aktivitas sehari-hari.
“Berbagai gerakan tangan merupakan hasil koordinasi dari sistem otot dan tulang yang rumit. Bagian pergelangan tangan, misalnya, ditopang oleh tulang-tulang kecil yang sistemik pergerakannya,” kata Lukman Shebubakar, dokter bedah ortopedi spesialis hand surgery, Kamis (7/2/2013).
Dalam acara Health Talk bertema Hand Trauma yang diadakan RS Premier Bintaro, Dokter Lukman mengatakan terkait kasus cedera, selama ini kejadian patah tulang di bagian tangan seringkali dianggap sepele oleh penderitanya.
“Kebanyakan masyarakat Indonesia masih lebih mempercayai dukun patah tulang, dibandingkan dengan dokter ortopedi. Hal inilah yang salah. Sebab, dukun patah tulang tidak paham kontur tulang, dan tindakan yang dilakukan justru nantinya dapat membahayakan pasien,” ungkap Lukman yang bertugas di departemen ortopedi rumah sakit ini.
Dia menuturkan, penanganan cedera pada tangan intinya memiliki tahapan yang sama dengan cedera pada organ lainnya.
Setelah operasi, katanya, pasien dianjurkan untuk mengikuti terapi fisik yang bertujuan untuk mengembalikan fungsi tangan seperti semula.
Lukman memaparkan bagi penggemar olahraga ekstrem, bela diri, karyawan pabrik, serta pekerja yang keras terlibat dengan perangkat keras, sebaiknya melindungi tangan semaksimal mungkin. Itu diperlukan untuk menghindari cidera yang lebih serius.
“Untuk yang berusia 45 tahun ke atas dan memiliki kerapuhan pada tulang, juga harus lebih berhati-hati karena lebih rentan cidera. Oleh sebab itu, penting untuk menjaga kesehatan tulang dengan mengonsumsi vitamin, suplemen, dan makanan sehat,” tambahnya. (Kabar24/sae)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Thomas Tuchel mengungkap kondisi pemain Man City di Timnas Inggris setelah klub dinyatakan bersalah melanggar aturan finansial Premier League.
Hasil Kualifikasi MotoGP Jepang 2026, Jorge Martin merebut pole setelah mengalahkan Marc Marquez di Q2 MotoGP Motegi.
Ancaman seluler makin tertarget di Asia Pasifik. Kaspersky mencatat 15.163 deteksi di Indonesia pada Q1 2026.
Head to head Indonesia vs Thailand jelang final FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda terakhir menang pada 2016 dan tanpa kemenangan dalam 6 laga berikutnya.
Pemerintah membuka registrasi Perlinsos Digital untuk memutakhirkan data calon penerima bansos yang akan digunakan dalam penyaluran bantuan pada 2027. Masyaraka