Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Andi Rif (google.news)
http://images.harianjogja.com/2013/01/images15.jpg" alt="" width="160" height="295" />JOGJA -- Langkah Slank yang mengadu ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait seringnya mereka mendapatkan larangan konser mendapatkan dukungan dari sejumlah pihak tak terkecuali dari Andy, vokalis RIF.
Menurut Andy larangan tersebut jelas sangat tidak beralasan. Ia menduga larangan tersebut merupakan bukti ketakutan polisi yang khawatir Slankers [sebutan penggemar Slank] berulah.
“Kenapa mereka [Polisi] harus takut bukankah pekerjaan mereka memang mengamankan massa,” tandasnya kepada sejumlah wartawan di Kafe Liquid, Sabtu, (26/1/2013).
Andy mengatakan kericuhan yang terjadi dalam konser Slank seharusnya bukan murni kesalahan Slank ataupun pihak penyelenggara. Ia justru melihat kericuhan konser terjadi karena ulah dari segelintir Slankers yang terkadang bertindak diluar batas. Oleh karena itu, ia mengimbau kepada fans agar menjaga perilaku mereka karena jika tidak akan berdampak besar terhadap band kesayangan mereka sendiri.
“Perlu digodog lagi kesadaran fans karena kalau mereka berbuat ulah dalam konser yang kena band mereka sendiri. Kan rugi kalau mereka ga bisa nonton konser band kesayanganya,” ungkapnya.
Slank sendiri belum lama ini melapor ke MK lantaran beberapa kali dicekal oleh pihak kepolisian. Bahkan hal tersebut dirasakan sejak tahun 2008 silam. Dalam kedatangannya itu band yang bermarkas di Gang Potlot itu mengadu ke MK terkait penafsiran pasal 15 UU 2/2002 tentang kepolisian yang dinilai abu abu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
DPRD Kulonprogo menyoroti kendaraan ODOL dan aktivitas pertambangan yang dinilai berdampak pada kerusakan serta usia pakai jalan.
Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman digelar dua hari di Kulonprogo, mempertemukan 25 stan dan stakeholder pertanian DIY.
Pengajuan pengunduran diri Dukuh Krapyak Wetan, Bantul, belum memenuhi syarat. Pemkab menyebut hasil klarifikasi tak menemukan unsur tuduhan.
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.
Bank Mandiri membayarkan dividen interim Rp6,16 triliun bertepatan HUT ke-28. Total dividen sepanjang kalender 2026 mencapai Rp50,63 triliun.