Konsultasi Kesehatan Mental Meningkat, Ini Diagnosis Terbanyak

Newswire
Newswire Senin, 12 Oktober 2026 13:17 WIB
Konsultasi Kesehatan Mental Meningkat, Ini Diagnosis Terbanyak

Foto ilustrasi kesehatan mental. - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Gangguan kecemasan menjadi diagnosis terbanyak dalam konsultasi kesehatan mental di Halodoc pada semester I 2026, dengan porsi mencapai 31,6%. Laporan Halodoc mencatat angka tersebut meningkat 47,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, seiring bertambahnya masyarakat yang mencari bantuan profesional untuk menangani persoalan psikologis.

Peningkatan kebutuhan konsultasi kesehatan mental juga terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data internal Halodoc, satu dari 15 konsultasi kesehatan di platform tersebut berkaitan dengan kesehatan mental, meningkat 8,1% dibandingkan 2022.

Hampir dua pertiga dari peningkatan itu berasal dari pasien yang baru pertama kali berkonsultasi. Hal ini menunjukkan semakin banyak pengguna yang mulai mencari dukungan profesional untuk menghadapi persoalan kesehatan mental.

Anak hingga Lansia Menghadapi Tantangan Psikologis Berbeda

Psikolog dan Mitra Psikolog Halodoc Miki Amrilya Wardati mengatakan tantangan psikologis dapat berbeda pada setiap kelompok usia. Karena itu, masyarakat perlu mengenali perubahan emosi dan perilaku sejak dini agar persoalan yang muncul dapat ditangani sebelum kondisinya memburuk.

“Setiap kelompok usia juga punya tantangan psikologis yang berbeda, sehingga penting bagi masyarakat untuk mengenali perubahan emosi dan perilaku sejak dini, sebelum kondisinya memburuk,” kata Miki.

Persoalan yang menyertai gangguan kecemasan pun beragam. Pada anak, konsultasi kesehatan mental antara lain berkaitan dengan tumbuh kembang, sedangkan remaja menghadapi tekanan akademik dan persoalan keluarga.

Pada kelompok usia produktif, masalah yang muncul mencakup disfungsi seksual pada pria. Sementara itu, perempuan menghadapi kombinasi depresi dan persoalan relasi.

Adapun pada kelompok lansia, konsultasi kesehatan mental antara lain berkaitan dengan penurunan fungsi kognitif. Dalam kelompok ini, konsultasi kerap dilakukan dengan diwakili anggota keluarga atau caregiver.

Usia 18–34 Tahun Mendominasi Konsultasi

Data Halodoc menunjukkan kelompok usia 18–34 tahun mendominasi konsultasi kesehatan mental dengan porsi 90,7%. Berdasarkan jenis kelamin, sebanyak 83,3% konsultasi dilakukan oleh perempuan.

Selain kelompok usia dan jenis kelamin, waktu konsultasi juga memperlihatkan pola tersendiri. Konsultasi kesehatan mental paling banyak dilakukan setelah pukul 21.00 WIB, dengan telekonsultasi menjadi salah satu kanal yang banyak dipilih.

Kecenderungan tersebut memperlihatkan bahwa layanan konsultasi jarak jauh menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk mencari bantuan profesional. Namun, data tersebut tidak merinci alasan pengguna memilih waktu konsultasi pada malam hari.

Konsultasi Profesional Bukan Tanda Kekalahan

Miki menegaskan bahwa mencari bantuan psikolog atau psikiater bukan berarti seseorang gagal menghadapi situasi yang dialaminya. Menurut dia, konsultasi lebih awal justru dapat membantu membuat proses pemulihan menjadi lebih ringan.

“Konsultasi ke psikolog atau psikiater bukan tanda kita kalah dengan situasi. Justru, semakin cepat konsultasi dengan tim profesional, semakin ringan proses penyembuhannya,” ujarnya.

Untuk menjaga kesehatan mental, Miki menyarankan masyarakat mengenali perasaan yang sedang dialami dan tetap memenuhi kebutuhan dasar tubuh. Upaya tersebut dapat disertai dengan menjaga hubungan sosial serta melakukan aktivitas yang bermakna.

Pengenalan terhadap perubahan emosi dan perilaku sejak dini menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kondisi psikologis. Ketika membutuhkan bantuan, masyarakat dapat mempertimbangkan konsultasi dengan psikolog atau psikiater sebagai bagian dari upaya menangani persoalan kesehatan mental.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online