MotoGP Mandalika 2026, Hotel di NTB Penuh hingga 100%

Newswire
Newswire Jum'at, 09 Oktober 2026 22:27 WIB
MotoGP Mandalika 2026, Hotel di NTB Penuh hingga 100%

Sirkuit Mandalika. - Antara

Harianjogja.com, LOMBOK TENGAH—Tingkat keterisian kamar hotel di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) meningkat selama gelaran MotoGP 2026 di Sirkuit Mandalika. Okupansi hotel di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika bahkan mencapai 100%, sedangkan sejumlah wilayah lain mencatat tingkat keterisian hingga 80-90%.

Ketua DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB, Ni Ketut Wolini, mengatakan hampir seluruh akomodasi di sekitar Mandalika telah terisi selama ajang balap tersebut. Meski demikian, masih terdapat sejumlah homestay yang belum mendapatkan tamu.

"Kalau untuk yang di Mandalika sudah 100 persen. Meski pun ada homestay yang belum terisi namun pada umumnya semua sudah penuh di sekitar Mandalika," ujarnya di Mandalika, Jumat (9/10/2026).

Hotel di Mataram dan Senggigi Terisi hingga 90%

Selain Mandalika, tingkat okupansi hotel di Kota Mataram dan Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, juga mencapai 80-90%.

Wolini menyebut hotel berbintang di Mataram telah penuh. Sementara itu, sejumlah hotel nonbintang atau hotel berukuran kecil belum seluruhnya terisi.

"Kalau Mataram hampir sama. Khusus yang bintang-bintang penuh. Kecuali yang non bintang atau hotel kecil mungkin tidak semuanya," kata Wolini.

Pada Jumat, wisatawan dari berbagai daerah mulai berdatangan ke Lombok untuk menyaksikan langsung gelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika. Kedatangan penonton tersebut turut mendorong permintaan kamar hotel dan penginapan di sejumlah kawasan.

Pencabutan Pergub Tarif Akomodasi Dinilai Berpengaruh

Wolini mengakui pencabutan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 9 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Tarif Usaha Jasa Akomodasi cukup berpengaruh terhadap peningkatan okupansi hotel selama MotoGP tahun ini.

Menurut dia, aturan sebelumnya mengatur batas kenaikan tarif berdasarkan zona tertentu. Setelah peraturan tersebut dicabut, mekanisme pasar memberikan keleluasaan bagi pelaku usaha dalam menentukan tarif, tetapi tetap harus berada dalam batas kewajaran.

"Dulu Pergub kan mengatur zona-zona boleh naik sekian persen di zona ini. Tapi setelah Pergub dicabut mekanisme pasar menjadi bebas tapi tidak bebas se-bebasnya harus masih dalam koridor yang wajar, tapi ini ada pilihan bagi konsumen untuk bisa memilih," tegasnya.

Wisatawan Domestik Mendominasi Pemesanan Hotel

Wolini mengatakan pemesanan kamar hotel selama MotoGP 2026 lebih banyak berasal dari wisatawan domestik dibandingkan wisatawan mancanegara.

Meski tingkat keterisian hotel di sejumlah wilayah tinggi, PHRI NTB berharap tidak ada keluhan konsumen terkait tarif kamar hotel maupun penginapan selama penyelenggaraan MotoGP.

Hingga Jumat, PHRI NTB mengaku belum menerima laporan keluhan mengenai harga akomodasi selama ajang tersebut berlangsung.

"Sejauh ini belum ada laporan keluhan terkait harga yang kita terima ya," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online