Nikahi 14 Pria demi Judi, Wanita Ini Wajib Ganti Rugi Rp5 Miliar

Jumali
Jumali Jum'at, 09 Oktober 2026 08:17 WIB
Nikahi 14 Pria demi Judi, Wanita Ini Wajib Ganti Rugi Rp5 Miliar

Pernikahan - Ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, JOGJA — Seorang wanita di Las Vegas, Amerika Serikat (AS), dijatuhi hukuman penjara setelah mengaku menikahi sejumlah pria yang dikenalnya melalui internet untuk mendapatkan uang demi membiayai kebiasaan berjudi. Selain menjalani hukuman hampir satu tahun di pusat penahanan, Jiaying Chen juga diwajibkan membayar ganti rugi lebih dari US$280.000 atau sekitar Rp5 miliar kepada para korbannya.

Kasus ini memperlihatkan bagaimana hubungan personal yang dibangun melalui platform daring dapat dimanfaatkan untuk melakukan penipuan keuangan. Para korban tidak hanya kehilangan uang dalam jumlah besar, tetapi juga menghadapi persoalan hukum setelah mengetahui bahwa pernikahan mereka dengan Chen bermasalah.

Dikutip dari laporan Las Vegas Review-Journal pada 6 Oktober 2026, hakim Crystal Eller menjatuhkan hukuman kepada Chen setelah perempuan tersebut mengaku bersalah atas dakwaan bigami dan memperoleh uang melalui pernyataan palsu. Chen sebelumnya diduga menggunakan pernikahan dengan pria yang ditemuinya secara daring sebagai cara mendapatkan uang.

Hakim memerintahkan Chen menjalani hukuman hampir satu tahun di Clark County Detention Center dengan memperhitungkan masa tahanan yang telah dijalani. Putusan tersebut juga mencakup kewajiban membayar restitusi kepada para korban.

Mengaku Membutuhkan Uang untuk Kerabat yang Sakit

Menurut laporan polisi yang dikutip Las Vegas Review-Journal dan The Independent, Chen mendekati pria melalui media sosial atau platform daring, kemudian dengan cepat mengusulkan pernikahan. Setelah hubungan itu diresmikan, dia meminta uang dengan alasan membutuhkan bantuan untuk anggota keluarganya yang sakit di Tiongkok.

Setelah menerima uang, Chen disebut memutus komunikasi dengan para pria tersebut. Polisi menggambarkan pola itu dalam laporan kasusnya. “Begitu Chen menerima uang, dia akan memutus semua komunikasi dengan mereka,” kata polisi.

Sejumlah korban kemudian mengajukan pembatalan pernikahan ke pengadilan setelah tidak lagi dapat menghubungi Chen. Namun, beberapa pria lainnya melaporkan masih terikat perkawinan dengannya. Situasi tersebut membuat persoalan yang dialami korban tidak berhenti pada kerugian finansial.

Salah satu korban mengaku menyerahkan US$23.000 atau sekitar Rp412 juta kepada Chen tidak lama setelah mereka menikah. Uang itu diminta dengan alasan untuk membantu kerabat yang sakit. Dua pekan setelah menerima uang tersebut, Chen mengatakan tidak ingin lagi melanjutkan pernikahan mereka.

Korban lainnya menceritakan bahwa Chen mengusulkan agar mereka menabung untuk membeli rumah. Pria itu kemudian menyerahkan sekitar US$30.000 atau setara Rp538 juta. Setelah uang diterima, Chen berhenti berkomunikasi dan tidak dapat ditemukan.

Menggunakan Identitas Lain dan Menghabiskan Uang di Kasino

Laporan mengenai kasus ini menyebut Chen telah mengajukan sejumlah permohonan pernikahan di Clark County sejak 2019. Dalam laporan penangkapan awal, polisi mencatat 14 permohonan yang diajukan pada periode Maret 2019 hingga Mei 2024 dan menghasilkan tujuh sertifikat pernikahan. Setelah ditangkap pada 2024 dan kemudian dibebaskan, Chen dilaporkan menghilang.

Polisi kemudian mengaitkan Chen dengan penggunaan nama samaran Vicky Liang dalam rangkaian permohonan pernikahan berikutnya. Laporan-laporan terdahulu menyebut total 14 surat atau sertifikat pernikahan dalam kasus tersebut, meskipun rincian jumlah permohonan dan sertifikat berbeda antar laporan. Karena itu, angka tersebut perlu dibaca sesuai keterangan sumber masing-masing.

Chen kembali ditangkap di Las Vegas pada 2026. Penyelidik juga menemukan bahwa dia kehilangan lebih dari US$300.000 atau sekitar Rp5,38 miliar di kasino Wynn, yang berada di kawasan Las Vegas Strip, dalam kurun waktu satu tahun. Polisi menduga uang yang diperoleh dari para pria tersebut digunakan untuk berjudi, bukan untuk membantu kerabatnya di luar negeri seperti yang diklaimnya.

Pada 2024, Chen disebut mengakui kepada polisi bahwa dia melakukan pernikahan palsu di Las Vegas karena proses menikah di kota tersebut relatif mudah. Kasusnya kemudian berlanjut ke proses hukum setelah penyelidikan mengenai dugaan bigami dan pengambilan uang dari para korban.

Korban Berpeluang Mengajukan Restitusi

Austin Beaumont, wakil kepala jaksa wilayah Clark County, sebelumnya menjelaskan bahwa kesepakatan pengakuan bersalah memungkinkan para korban menyampaikan laporan kerugian kepada pengadilan. Langkah tersebut diharapkan membantu proses penggantian uang yang telah mereka serahkan kepada Chen.

“Hal ini akan memungkinkan para korban kejahatan tersebut menyampaikan laporan restitusi kepada pengadilan dan, idealnya, mendapatkan penggantian atas uang yang telah diambil terdakwa,” kata Beaumont.

Pengacara Chen, Thomas Wells, mengonfirmasi kepada The Independent bahwa kliennya telah mengaku bersalah atas dakwaan tersebut. Dia menolak memberikan komentar lebih lanjut mengenai kasus itu.

Dalam putusan pada Oktober 2026, Chen diperintahkan membayar restitusi lebih dari US$280.000 atau sekitar Rp5,02 miliar. Hakim Crystal Eller juga menjatuhkan hukuman penjara yang memperhitungkan masa tahanan sebelumnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online