Cegah Influenza Tipe A, Masker dan Vaksinasi Jadi Pilihan

Newswire
Newswire Kamis, 08 Oktober 2026 23:57 WIB
Cegah Influenza Tipe A, Masker dan Vaksinasi Jadi Pilihan

Ilustrasi, dokter memberikan vaksin influenza Flubio kepada warga di Klinik Pratama Aisyah, Taman Sari, Jakarta, Senin (5/1/2026). Kementerian Kesehatan menimbau masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta mendapatkan vaksinasi influenza tahunan untuk mencegah paparan influenza A./Antara-Sulthony Hasanuddin

Harianjogja.com, JAKARTA—Penggunaan masker dapat membantu mengurangi risiko penularan influenza tipe A, terutama ketika seseorang berada di tempat ramai atau ruang tertutup.

Dokter spesialis mikrobiologi klinik lulusan Universitas Diponegoro, dr. Andrew Adhytia Lieputra, Sp.MK, mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker ketika berada dalam situasi yang memiliki risiko penularan.

Andrew menyampaikan hal tersebut dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (8/10/2026). Menurutnya, masker dapat memberikan perlindungan tambahan sekaligus mengurangi penyebaran partikel pernapasan.

"Penggunaan masker membantu mengurangi penyebaran partikel pernapasan dari orang yang sedang sakit sekaligus memberikan perlindungan tambahan bagi orang di sekitarnya," kata Andrew.

Masker Bukan Satu-satunya Pencegahan Influenza

Penggunaan masker bukan satu-satunya langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko penularan influenza tipe A. Vaksinasi influenza secara berkala, pada umumnya setiap tahun, juga dianjurkan terutama bagi kelompok yang berisiko mengalami komplikasi.

Kelompok tersebut antara lain anak-anak dan orang lanjut usia. Virus influenza terus mengalami perubahan sehingga komposisi vaksin dapat diperbarui mengikuti virus yang diperkirakan beredar.

Selain itu, perlindungan antibodi setelah vaksinasi juga dapat menurun seiring waktu.

Andrew juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan etika batuk dan bersin. Hidung dan mulut sebaiknya tidak ditutup menggunakan telapak tangan ketika batuk atau bersin.

Sebagai gantinya, masyarakat dapat menggunakan tisu sekali pakai yang segera dibuang ke tempat sampah. Jika tisu tidak tersedia, hidung dan mulut dapat ditutup menggunakan bagian dalam siku atau lengan atas.

Kebersihan Tangan Perlu Diperhatikan

Kebersihan tangan menjadi langkah lain yang perlu diperhatikan karena influenza juga dapat menular melalui tangan yang telah terkontaminasi virus.

Penularan dapat terjadi ketika tangan yang terkontaminasi kemudian digunakan untuk menyentuh hidung, mulut, atau mata.

Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol dapat membantu mengurangi risiko penularan.

Selain menjaga kebersihan, Andrew mengingatkan pentingnya mengonsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga secara teratur, tidur yang cukup, serta menjaga kondisi kesehatan secara umum.

Langkah tersebut dapat membantu tubuh mempertahankan fungsi sistem imun dengan baik.

Kenali Cara Penularan dan Gejala Influenza Tipe A

Influenza menular melalui partikel pernapasan yang dikeluarkan ketika penderita batuk, bersin, berbicara, atau bernapas, terutama saat berada dalam jarak dekat.

Setelah masuk ke tubuh, virus menginfeksi sel-sel pada saluran pernapasan dan berkembang biak di sana.

Gejala influenza tipe A bukan sekadar batuk atau pilek biasa. Infeksi biasanya juga disertai demam, menggigil, nyeri tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, serta rasa lelah yang cukup berat.

Gejala tersebut umumnya muncul sekitar satu hingga empat hari setelah seseorang terpapar virus.

Meski gejala influenza dapat sembuh dengan baik bagi sebagian orang, sejumlah kelompok memiliki risiko lebih tinggi mengalami influenza berat dan komplikasi.

Kelompok tersebut mencakup anak kecil, terutama yang berusia di bawah lima tahun, lansia, ibu hamil, serta pasien dengan penyakit kronis tertentu seperti diabetes, penyakit jantung, penyakit paru, atau gangguan sistem imun.

Waspadai Komplikasi Pneumonia

Salah satu komplikasi influenza yang perlu diwaspadai adalah pneumonia atau radang paru-paru.

Selain gejala influenza, pneumonia dapat ditandai dengan sesak atau sulit bernapas, nyeri dada, tampak sangat lemah, kesulitan makan atau minum, dehidrasi hingga penurunan kesadaran.

Pada beberapa kelompok rentan, seperti lansia atau pasien dengan gangguan sistem imun, gejala infeksi berat tidak selalu tampak khas.

Karena itu, kondisi kesehatan dan gejala yang muncul perlu diperhatikan, terutama pada kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi.

Pemeriksaan Influenza Tipe A

Andrew mengatakan pemeriksaan influenza dapat dilakukan menggunakan rapid antigen test. Sampel untuk pemeriksaan tersebut diambil dari saluran pernapasan menggunakan swab hidung atau nasofaring.

Pemeriksaan PCR atau pemeriksaan molekuler lainnya juga dapat digunakan untuk mendeteksi virus influenza dengan sensitivitas lebih tinggi.

Pemeriksaan tersebut terutama dapat digunakan pada pasien dengan gejala berat, pasien yang dirawat di rumah sakit, atau kelompok yang berisiko mengalami komplikasi.

Dengan menerapkan langkah pencegahan seperti penggunaan masker di situasi berisiko, vaksinasi influenza secara berkala, etika batuk dan bersin, serta menjaga kebersihan tangan, risiko penularan influenza tipe A dapat dikurangi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online