Stasiun Gambir Akan Layani KRL, Jadi Pusat Konektivitas Transportasi
Stasiun Gambir akan melayani KRL dan kereta jarak jauh. Transformasi ini menjadikannya hub transportasi terintegrasi di Jakarta.
Foto ilustrasi judi online - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Tanda kecanduan judi online mulai terlihat ketika seseorang kehilangan kendali terhadap perilaku berjudi hingga menjadikannya aktivitas utama dalam kehidupan sehari-hari. Psikiater dari RS Cipto Mangunkusumo mengingatkan bahwa kecanduan judi online dapat berdampak pada kesehatan mental, kondisi sosial, hingga keuangan jika tidak dikenali sejak dini.
Dokter spesialis psikiatri subspesialis psikiatri adiksi Dr. dr. Kristiana Siste, SpKJ(K) menjelaskan bahwa salah satu tanda kecanduan judi online adalah ketika seseorang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk berjudi dan terus memikirkan permainan tersebut.
Kehilangan Kendali dalam Perilaku Berjudi
Kristiana Siste menjelaskan bahwa tanda kecanduan judi online dapat dikenali melalui hilangnya kontrol terhadap perilaku berjudi sebagaimana dijelaskan dalam International Statistical Classification of Diseases 11th Revision (ICD-11) dari Organisasi Kesehatan Dunia.
"Artinya tidak mengenal pagi, siang, sore dia sudah bermain judi. Tidak mengenal uangnya sudah habis, dia akan mati-matian untuk mencari uang buat bermain judi. Bahkan sampai ada tindakan kriminal, misalnya mencuri atau mengambil uang, barang orang lain," katanya, Kamis (12/3/2026).
Kepala Departemen Psikiatri Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta tersebut menuturkan bahwa orang yang mengalami kecanduan judi online sering kali menempatkan aktivitas berjudi sebagai prioritas utama dibandingkan kegiatan lain.
"Ada yang sambil naik motor, terus dia minggir dulu untuk melihat website-nya, untuk bermain dulu sebentar terus melanjutkan perjalanan lagi," katanya.
"Sudah jarang keluar rumah karena mereka yang kecanduan biasanya bermain judi itu dia sendiri, tidak lagi main bareng," ia menambahkan.
Intensitas Bermain Semakin Meningkat
Menurut Kristiana, individu yang telah mengalami kecanduan judi online biasanya tetap melanjutkan aktivitas berjudi meskipun sudah mengalami kerugian finansial. Bahkan, intensitas bermain serta jumlah taruhan yang dipasang cenderung meningkat dari waktu ke waktu.
"Yang tadinya cuma tiga jam bermain judi, jadi sepanjang waktu, 18 jam bermain judi. Ada jam-jam gacor kan yang mereka tahu, itu jadi semakin meningkat perilakunya," katanya.
Peran Dopamin dalam Kecanduan Judi Online
Kristiana menjelaskan bahwa sensasi kesenangan berlebihan yang muncul ketika seseorang memenangkan permainan menjadi salah satu faktor yang membuat judi online bersifat adiktif.
Ia mencontohkan permainan judi slot yang dirancang dengan tampilan visual cerah serta efek suara tertentu yang dapat memicu peningkatan zat kimia di dalam otak yang disebut dopamin.
"Slot itu kan ada warna-warni yang cerah, pecahan, suara gemericik koin, ada scatter-nya perkalian 2.000, 50.000. Jadi itu meningkatkan zat kimia di dalam otak kita namanya dopamin, ini membuat rasa senang yang berlebihan kalau dia dalam keadaan yang tinggi," ia menjelaskan.
Peningkatan dopamin sebenarnya juga dapat terjadi ketika seseorang berolahraga atau menikmati makanan lezat. Namun, lonjakan dopamin yang muncul saat berjudi atau melakukan perilaku berisiko seperti penyalahgunaan narkoba biasanya jauh lebih kuat dan intens.
Lonjakan dopamin tersebut membentuk memori di otak bahwa berjudi memberikan rasa senang sehingga seseorang terdorong untuk mengulanginya kembali.
Ilusi Kendali dan Harapan Mendapat Uang Cepat
Selain memicu rasa senang, kemenangan dalam perjudian juga dapat menimbulkan keyakinan bahwa judi merupakan cara mudah untuk memperoleh uang.
Kondisi tersebut sering kali memunculkan ilusi kendali, yaitu perasaan seolah-olah seseorang memiliki kemampuan khusus untuk menang dalam perjudian, padahal hasilnya sepenuhnya bergantung pada peluang.
"Menangnya enggak seberapa, tapi dia merasa 'aku tidak dalam keadaan jago, tidak punya skill aja bisa menang'," kata Kristiana.
"Tidak semua orang yang bermain judi online berakhir di kecanduan. Tapi, memang sangat berisiko tinggi mengalami kecanduan kalau sudah ada tiga hal tadi," demikian dr. Kristiana Siste.
Fenomena kecanduan judi online kini menjadi perhatian para ahli kesehatan mental karena perilaku tersebut tidak hanya memicu kerugian finansial, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan psikologis, hubungan sosial, hingga stabilitas kehidupan seseorang apabila terus berlangsung tanpa penanganan yang tepat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Stasiun Gambir akan melayani KRL dan kereta jarak jauh. Transformasi ini menjadikannya hub transportasi terintegrasi di Jakarta.
Pupuk bersubsidi dinilai menjadi kunci peningkatan produksi beras Indonesia. Pemerintah optimistis target swasembada pangan terus tercapai pada 2026.
SPMB SMA Negeri DIY 2026 hampir selesai. Dua SMA Negeri di Kulonprogo masih menyisakan puluhan kursi kosong karena minimnya jumlah pendaftar.
Aldila Sutjiadi juara Bad Homburg Open 2026 bersama Vera Zvonareva usai menang di final, menjadi modal menuju Wimbledon.
Hadeging Pakualaman ke-214 menghadirkan kethoprak sejarah Pakualaman, Pasar Sewandanan, Festival Jathilan, dan puluhan UMKM.
Gus Miftah dan Gus Yusuf Macul Langit mengisi pengajian di Bantul untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya pinjol, judol, dan investasi ilegal.