AI Tak Hanya Hapus Pekerjaan, 41 Juta Posisi Bisa Muncul
Riset McKinsey memproyeksikan 41 juta permintaan pekerjaan hingga 2035, meski otomatisasi dapat menekan 36 juta posisi di AS.
Denada dan Shakira Aurum. /Ist-Instagram
Harianjogja.com, JOGJA—Keluarga besar penyanyi Denada Tambunan menyampaikan klarifikasi tegas terkait isu penelantaran anak yang ramai beredar di media sosial. Melalui pernyataan resmi yang diunggah di akun Instagram Emilia Contessa pada 8 Februari 2026, keluarga menyatakan keberatan keras atas narasi yang dinilai tidak berdasar dan mencemarkan nama baik.
Klarifikasi tersebut disampaikan sebagai respons atas berkembangnya spekulasi liar yang menyudutkan Denada dan keluarga. Pihak keluarga menilai informasi yang beredar telah melampaui batas kewajaran dan berpotensi merugikan secara moral maupun hukum.
Dalam pernyataan resminya, keluarga menegaskan fakta hubungan keluarga guna meluruskan simpang siur informasi. Disebutkan secara jelas bahwa Denada hanya memiliki dua anak kandung, yakni Ressa dan Aisha. Penegasan ini disampaikan untuk menutup ruang tafsir yang keliru serta menolak keterlibatan pihak lain yang tidak memiliki dasar hukum maupun bukti.
“Kami menyatakan keberatan keras atas keterlibatan pihak-pihak yang tanpa kewenangan, tanpa kapasitas, dan tanpa alat bukti yang sah telah menambah, menggiring, maupun menyebarluaskan gosip dan asumsi pribadi,” tulis pernyataan resmi keluarga tersebut.
Keluarga menilai penyebaran asumsi pribadi yang dikemas sebagai fakta telah melanggar batas kewenangan dan etika. Seusai klarifikasi ini disampaikan, setiap narasi lanjutan yang tetap disebarkan disebut akan dipandang sebagai tindakan yang disengaja dan berkonsekuensi hukum.
Keluarga juga menyoroti dampak kerugian immaterial akibat hoaks elektronik tersebut. Mereka menyebut penyebaran informasi bohong berpotensi dijerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), sekaligus membuka peluang gugatan perdata atas kerugian yang ditimbulkan.
Sejumlah akun media sosial yang diduga menjadi sumber penyebaran isu kini disebut telah teridentifikasi dan masuk dalam pemantauan tim hukum keluarga.
Narasi yang menyeret nama Ressa Rizky Rosano maupun pihak-pihak lain dalam polemik ini ditolak secara tegas. Keluarga menegaskan seluruh hak hukum tetap dicadangkan sebagai langkah perlindungan nama baik dan ketenangan keluarga, terutama demi kepentingan anak-anak.
Seusai klarifikasi resmi ini dipublikasikan, keluarga berharap masyarakat lebih bijak dalam menyaring informasi, tidak mudah terprovokasi, serta menghentikan penyebaran spekulasi yang tidak memiliki dasar fakta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Riset McKinsey memproyeksikan 41 juta permintaan pekerjaan hingga 2035, meski otomatisasi dapat menekan 36 juta posisi di AS.
Askab PSSI Sleman, PSS Sleman, dan Carrick Rangers FC menggagas Global Pathway untuk membuka peluang pemain muda berlatih di Eropa.
Kemendikdasmen memperkuat pendidikan Pancasila melalui deep learning, budaya sekolah, ekstrakurikuler, pembiasaan, dan pengalaman nyata siswa.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut positif setiap kritik, saran, and laporan masyarakat terkait pelayanan publik.
OpenAI mengutamakan keamanan dalam pengembangan AI melalui pendekatan berlapis dan melibatkan masukan masyarakat dalam evaluasi.
Sultan HB X mendorong toko dan pusat perbelanjaan di Jogja menyediakan APAR sebagai langkah awal menangani kebakaran.