Iran Tetap Tutup Selat Hormuz hingga AS Penuhi Komitmen Damai
Iran menegaskan Selat Hormuz tetap ditutup sampai AS memenuhi komitmen dalam nota kesepahaman, termasuk pencabutan blokade dan sanksi minyak.
Ibu Hamil, Wanita Hamil, Kehamilan - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Paparan bahan kimia dalam produk rumah tangga, termasuk Per- and Polyfluoroalkyl Substances (PFAS), berisiko meningkatkan gangguan kehamilan seperti kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, hingga kematian bayi, berdasarkan temuan studi terbaru.
Dikutip dari laman New York Post, Jumat (13/12/2025), sebuah studi baru menemukan bukti yang meyakinkan bahwa paparan zat Per- and Polyfluoroalkyl Substances (PFAS) di beberapa produk seperti peralatan masak anti lengket, kemasan makanan, pakaian tahan air, dapat menyebabkan berat badan lahir rendah, kelahiran prematur, dan kematian bayi.
Para peneliti menganalisis data dari perempuan di New Hampshire yang tanpa sadar mengonsumsi air yang terkontaminasi dari sumur yang terletak di hilir salah satu dari 41 lokasi yang terkontaminasi PFAS, dibandingkan dengan mereka yang tinggal di hulu.
Dengan meneliti lebih dari 11.000 kelahiran, para peneliti melihat lebih banyak kelahiran prematur, bayi dengan berat badan lahir rendah, dan tiga kali lipat angka kematian bayi.
Para ibu yang mengonsumsi air yang terkontaminasi PFOA dan PFOS — asam perfluorooktanoat dan perfluorooktana sulfonat, dua bahan kimia paling berbahaya yang bertahan selamanya — memiliki tingkat kematian bayi 191 persen lebih tinggi dalam tahun pertama kehidupan dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang tinggal di hulu sungai.
Mereka juga mengalami peningkatan 20 persen dalam kelahiran prematur, serta kelahiran bayi dengan berat badan rendah dengan angka 43 persen lebih tinggi.
“Para penulis menggunakan desain cerdas yang memberikan bukti yang sangat meyakinkan tentang efek kausal, bukan hanya korelasi,” kata Kate Hoffman, profesor riset madya di bidang ilmu alam lingkungan di Universitas Duke, kepada The Washington Post.
PFAS tidak hanya meresap ke dalam tanah, air, dan udara, tetapi juga tidak mudah terurai, yang berarti senyawa ini tetap berada di lingkungan dalam jangka waktu yang tidak diketahui.
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa paparan PFAS sebelum lahir dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh bayi, yang berpotensi menyebabkan peningkatan alergi dan gangguan autoimun.
Bagi mereka yang khawatir tentang PFAS dalam air merek, para ahli menyarankan untuk memasang filter air rumah tangga bersertifikasi, merawat filter tersebut secara konsisten, atau mencari sumber air alternatif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Iran menegaskan Selat Hormuz tetap ditutup sampai AS memenuhi komitmen dalam nota kesepahaman, termasuk pencabutan blokade dan sanksi minyak.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 19 Agustus 2026 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Pascagempa NTT, 32 dari 33 titik longsoran telah ditangani. BNPB mencatat 68 orang meninggal dan 213 lainnya luka-luka.
SAC menggelar pameran 150 lukisan untuk merayakan HUT RI ke-81 sekaligus merespons dinamika global dan memperkuat pesan perdamaian.
Menkeu Purbaya memastikan pengalihan status guru PPPK menjadi pegawai pusat tak mengganggu fiskal. Defisit RAPBN 2027 tetap 2,40%.
Perpres Ojol segera terbit. Tarif angkutan orang akan diatur Kemenhub, sedangkan tarif barang dan makanan menjadi kewenangan Komdigi.