IHSG Ditutup Melemah 0,43 Persen Ikuti Bursa Asia
IHSG ditutup turun 26,16 poin atau 0,43 persen ke 6.121,70 pada Selasa (29/9/2026), mengikuti pelemahan bursa Asia.
Ilustrasi./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA—Dokter spesialis neurologi Bambang Tri Prasetyo mengatakan angka kejadian stroke usia muda di bawah 40 tahun cenderung meningkat. Salah satu penyebabnya karena beban kerja yang tinggi sehingga meningkatkan stres.
Bambang mengatakan secara teori stroke terjadi pada usia 45 tahun ke atas, namun ada kecenderungan meningkat pada usia di bawahnya. Pada usia muda masih termasuk usia produktif sehingga beban kerja yang tinggi memicu stres dan meningkatkan kebiasaan merokok.
“Faktor risiko stroke-nya kelihatannya ada perubahan dari perilaku hidup, kalau yang tinggal di perkotaan mungkin karena beban kerja stresnya tinggi, ditambah mungkin kebiasaan merokok jadi peningkatan makin banyak,” kata Bambang dalam diskusi tentang stroke memperingati Hari Stroke Sedunia yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa (28/10/2025).
Hal ini dapat mengganggu kerja organ lain seperti tekanan darah tinggi karena ada masalah pada jantung dan timbul masalah koroner jika merupakan perokok berat.
Dokter di RS Pondok Indah ini mengatakan pada perokok berat, dalam dinding pembuluh darahnya akan terdapat nikotin yang dapat menyebabkan plak dan mempersempit pembuluh darah. Ini menyebabkan serangan lumpuh sebelah meski tidak sering dan harus dideteksi gangguan penyempitan aliran pembuluh darah ke otak.
Ia mengatakan menangani faktor risiko stroke saat muda sangat penting untuk dilakukan untuk mencegah kejadian stroke atau stroke berulang yang lebih berat. “Poinnya dari faktor risikonya yang harus dikendalikan karena kalau tidak dikendalikan, ya dia akan berulang atau lebih berat lagi pemulihan,” kata dokter yang juga praktik di RS Pusat Otak Nasional Mahar Mardjono.
Ia juga mengatakan stroke yang terjadi baik di usia muda maupun usia lanjut sangat bergantung dari seberapa cepat ditangani oleh dokter, karena jika penanganannya terlambat maka waktu pemulihannya juga akan panjang.
Pemeriksaan yang sangat detail juga diperlukan pada pasien stroke di usia muda misalnya dari faktor risiko jantung, komponen darah, dan kelainan bawaan agar risiko stroke tidak bertambah berat.
Bambang juga mengingatkan untuk menghindari faktor risiko stroke di usia muda yaitu makanan junk food, memperbanyak makanan bergizi dan sehat, rutin makan buah sebagai camilan dan mengurangi makanan instan.
Selain itu rutin berolahraga dengan berjalan kaki setengah jam sampai satu jam cukup membantu mengontrol semua faktor risiko terutama pompa dari jantung akan lebih baik. “Terus juga diingatkan konsumsi air putih yang cukup, kurang lebih sampai 2 liter per hari, per 24 jam. Jangan terlalu banyak kopi berlebihan, teh yang berlebihan juga tidak baik. Jadi, secukupnya saja,” kata Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
IHSG ditutup turun 26,16 poin atau 0,43 persen ke 6.121,70 pada Selasa (29/9/2026), mengikuti pelemahan bursa Asia.
Spanyol menang 4-1 atas Kroasia di UEFA Nations League 2026/2027. Lamine Yamal mencetak dua gol, disusul Marc Pubill dan Nico Williams
Prakiraan cuaca DIY Rabu, 30 September 2026: mayoritas berawan, Kota Jogja cerah, suhu 22–33°C. Cek rincian per kecamatan.
Sleman menyelesaikan transfer depo Pandowoharjo untuk mendukung PSEL Regional DIY. Depo Donokerto menunggu anggaran ABT.
Jadwal Samsat Bantul Oktober 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, Samsat Keliling, Jempol Si Panda, SABITA hingga Samsat On Sunday.
Sebanyak 17 Taman Budaya dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Jogja dalam Temu Karya Taman Budaya Se-Indonesia XXV 2026.