Panggil Aku Ayah Suguhkan Haru dan Lucu Sosok Penagih Utang

Newswire
Newswire Senin, 04 Agustus 2025 15:02 WIB
Panggil Aku Ayah Suguhkan Haru dan Lucu Sosok Penagih Utang

Penonon film panggil aku ayah. /Instagram.

Harianjogja.com, JOGJA—Visinema Pictures meluncurkan film terbaru bertajuk drama komedi Panggil Aku Ayah. Film ini akan mulai tayang di bioskop pada 7 Agustus 2025.

Panggil Aku Ayah mengadakan spesial screening dengan ditayangkan perdana di Studio 5 XXI Empire, Jogja, Minggu (3/8/2025). Ratusan penonton memadati studio menyaksikan film ini. Mereka merespons positif setiap adegan film yang mengaduk perasaan tersebut.

Tidak hanya menyaksikannya dengan mimik sedih dan salut atas perjuangan sosok lelaki sebagai ayah. Namun menariknya penonton yang mendapatkan guyonan-guyonan segar yang membuat suasana studio makin pecah.

BACA JUGA: Memaknai Komunikasi Orang Tua dan Anak dalam Film Bertaut Rindu

Panggil Aku Ayah diadaptasi dari film Korea berjudul Pawn. Sebuah adaptasi yang menjadi tantangan bagi pemerannya karena memiliki latar dan budaya yang berbeda. Film ini dibintangi oleh Ringgo Agus Rahman sebagai Dedi dan Boris Bokir sebagai Tatang. Keduanya adalah debt collector atau penagih utang yang harus mengurus seorang anak perempuan bernama Intan diperankan oleh Myesha Lin (kecil) dan Tissa Biani (dewasa). 

Sebagai drama komedi, film ini layak ditonton. Selain menghibur banyak pesan penting yang terselip di dalamnya. Sosok Dedi dan Tatang sebagai debt collector yang seringkali di mata masyarakat dianggap menakutkan dan dicap miring. Namun keduanya ternyata memiliki hati yang mulai.

Saat Dedi dan Tatng dengan terpaksa harus mengambil Intan sebagai jaminan utang ayahnya. Keduanya tetap berusaha dengan sekerasnya menyayangi sebagai anak, merawatnya dengan baik. Mereka tanpa lagi melihat bahwa Intan itu sedarah atau tidak, tetapi mampu menempatkan diri sebagai ayah yang baik baik Intan.

Film disutradarai Benni Setiawan ini tergolong sukses dalam mempertahankan esensi cerita mengharukan tentang ikatan keluarga alternatif. Sukses menyesuaikan dialog, setting dan nuansa humor yang bisa mengocok perut penonton. Maka sudah pasti drama komedia ini layak ditonton yang menjadi hiburan terbaik bagi masyarakat Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online