DPRD Jateng Soroti 19 Titik Pengeboran Geotermal, ESDM Diminta Temui Warga
DPRD Jateng menerima informasi 19 titik pengeboran geotermal dan meminta ESDM serta PLN menemui warga di sekitar Gunung Ungaran.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Keberhasilan menyusui tidak hanya ditentukan oleh kondisi fisik ibu, tetapi juga bergantung pada faktor psikologis dan dukungan dari lingkungan terdekat. Hal ini diutarakan dokter spesialis anak lulusan Universitas Indonesia (UI) dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, Sp.A, MARS.
Dokter yang akrab disapa Tiwi itu mengatakan dua hormon utama yang memengaruhi produksi ASI adalah prolaktin dan oksitosin.
“Prolaktin itu sudah ada sejak dalam kehamilan, diproduksi oleh plasenta sejak usia kandungan 16 minggu. Tapi yang perlu benar-benar dirawat adalah oksitosin atau hormon cinta yang sangat dipengaruhi oleh kondisi psikologis ibu,” kata Tiwi dalam diskusi media di Jakarta Pusat, Sabtu (2/8/2025).
Karena hormon oksitosin berpengaruh terhadap produksi ASI, ibu perlu merasa nyaman, diterima, dan didukung secara emosional, terutama pada masa menyusui.
Oleh karena itu, peran keluarga, suami, tenaga kesehatan, bahkan lingkungan rumah sakit sangat penting untuk menciptakan suasana yang mendukung, kata dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) itu.
Dukungan ini terutama dibutuhkan pada dua minggu pertama setelah persalinan, ketika bayi umumnya lebih sering terbangun dan menangis pada malam hari.
BACA JUGA: Dapat Amnesti dari Presiden, Delapan Narapidana di DIY Langsung Bebas
“Bukan berarti bayinya kurang ASI. Justru Tuhan sudah mengatur agar hormon prolaktin yang tinggi di malam hari, makanya bayinya jadi terjaga. Karena itu, ibu harus dibantu agar tetap dekat dengan bayinya dan tidak terganggu emosinya,” ujarnya.
Tiwi menambahkan bahwa gangguan emosional pada ibu menyusui kerap kali muncul akibat kurangnya dukungan.
“Kalau kita mendukung ya, rumah sakit mendukung, perawat tidak cemberut dalam membantu, si bayi kalau dia menangis dibantu oleh suami dan keluarga, tidak di-judge. Mudah-mudahan dengan begitu psikologis ibu akan lebih tenang dalam masa menyusui itu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
DPRD Jateng menerima informasi 19 titik pengeboran geotermal dan meminta ESDM serta PLN menemui warga di sekitar Gunung Ungaran.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin 28 September 2026, lengkap dengan 10 jadwal keberangkatan dari kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 28 September 2026 tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 28 September 2026 lengkap 15 perjalanan dan tarif Rp8.000, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Senin 28 September 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Sergey Lavrov menyerukan pembentukan Negara Palestina berdasarkan kerangka internasional dan resolusi PBB di Sidang Umum PBB.