Vidi Aldiano Meninggal Dunia, Deddy Corbuzier: Hati Saya Sangat Hancur
Deddy Corbuzier ungkap duka mendalam atas meninggalnya Vidi Aldiano. Kepergian rekan duet di Podhub ini meninggalkan luka bagi industri hiburan.
Ilustrasi pendaki gunung./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Dua pendaki perempuan, Lilie Wijayati Poegiono dan Elsa Laksono meninggal dunia lantaran terkena hipotermia atau kedinginan saat mendaki puncak Carstenz, Papua.
Hipotermia memang menjadi salah satu ancaman bagi pendaki gunung karena berada di lingkungan udara yang dingin. Lantas apa sebenarnya hipotermia dan mengapa bisa mematikan?
Ada tiga tipe hipotermia, yaitu hipotermia ringan, sedang, dan berat. Hipotermia ringan adalah ketika suhu tubuh ada antara 32-35 derajat Celsius; hipotermia sedang saat suhu tubuh antara 28-32 derajat Celsius; sementara hipotermia berat adalah kurang dari 28 derajat Celsius.
Mengapa terjadi hipotermia? Hipotermia terjadi ketika tubuh kehilangan kehangatannya lebih cepat dari kemampuannya menghasilkan panas. Pada kondisi normal, udara yang dingin akan mengaktifkan sistem pengaturan suhu dalam tubuh sehingga suhu tubuh tetap pada kondisi normal, yaitu 36,5-37,5 derajat Celsius.
Namun, bila penurunan suhu tersebut terlalu ekstrem, tubuh menjadi kewalahan dan usaha untuk meningkatkan panas tubuh pun tidak mampu menaikkan suhu sehingga terjadi hipotermia.
Kondisi-kondisi yang dapat menyebabkan hipotermia adalah cuaca dingin yang ekstrem, kedinginan dalam waktu yang lama, tidak memakai pakaian yang cukup menghangatkan tubuh, berada pada lingkungan yang berangin, dan berendam atau berenang di dalam air dingin dalam waktu lama.
Kelompok yang berisiko mengalaminya adalah kaum lanjut usia, anak-anak, orang yang mengonsumsi alkohol, dan orang yang memiliki gangguan mental.
Berbeda dengan kedinginan biasa, hipotermia dapat berakibat fatal bahkan hingga kematian. Dilansir dari laman Siloam Hospital berikut beberapa gejala hipotermia:
Hipotermia akan menyebabkan penderitanya bernapas lebih cepat. Bila kondisi ini berlanjut, orang tersebut akan mengalami hiperventilasi dan berakhir pada ketidakseimbangan oksigen dan karbon dioksida dalam tubuh.
Penurunan suhu dapat menyebabkan asupan oksigen ke dalam jaringan tubuh akan berkurang. Salah satu organ vital yang mudah dan cepat terkena imbasnya adalah jantung. Kekurangan oksigen sebentar saja dapat menyebabkan otot jantung mengalami iskemia dan menjadi rusak.
Selain itu, hipotermia juga dapat mengakibatkan gangguan irama jantung (aritmia) hingga henti jantung.
Karena jantung yang tidak mampu memompa darah dengan optimal, tekanan darah pun menjadi turun. Hal ini akan mengakibatkan organ tubuh lain tidak mendapat aliran darah, oksigen, serta nutrisi.
Hipotermia menyebabkan sejumlah gangguan pada sistem saraf seperti amnesia, kejang, penurunan kesadaran, hingga koma. Kematian. Ini merupakan dampat terburuk dari hipotermia. Suhu tubuh yang begitu rendah, terutama pada hipotermia berat, menyebabkan organ-organ tubuh berhenti bekerja dan berujung pada kematian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Deddy Corbuzier ungkap duka mendalam atas meninggalnya Vidi Aldiano. Kepergian rekan duet di Podhub ini meninggalkan luka bagi industri hiburan.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.
Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing membahas Taiwan, AI, tarif dagang, hingga Selat Hormuz.