Mendagri Tito Usul Kepala Daerah Dapat Insentif dari PAD
Mendagri Tito Karnavian mengusulkan kepala daerah mendapat insentif dari PAD jika berhasil meningkatkannya. Aturan masih perlu dikaji bersama.
Karyawan duduk - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Umumnya, di Indonesia orang bekerja selama delapan hingga sembilan jam per hari atau sekitar 40-45 jam per pekan.
Tapi, ada beberapa negara yang memiliki jam kerja terpanjang di dunia. Dikutip dari timesofindia, ini lima negara dengan jam kerja terpanjang:
Uni Emirat Arab (UEA)
Keberhasilan ekonomi UEA yang luar biasa terutama berasal dari kekayaan minyak dan sektor-sektor seperti keuangan dan konstruksi. Meskipun sektor-sektor ini menjamin tingkat keberhasilan yang luar biasa, mereka menuntut jam kerja yang sangat panjang dan tidak menentu serta perhatian yang terus menerus.
Rata-rata jam kerja UEA per minggu adalah sekitar 52,6 jam, yang memang menunjukkan ambisi dan komitmen teguh terhadap tujuan mereka, namun juga menyoroti perlunya lebih memperhatikan kepuasan kerja, kesejahteraan karyawan, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih seimbang.
Malaysia
Malaysia terkenal karena perekonomiannya yang sangat beragam, terdiri dari beberapa sektor seperti manufaktur, pertanian, dan jasa, yang menyoroti budaya kerja yang sangat menuntut dan ketidaktahuan akan aspek-aspek penting seperti lingkungan kerja yang seimbang dan sehat.
Jam kerja rata-rata di Malaysia adalah sekitar 52,2 jam per minggu, yang merupakan pekerjaan padat karya, sehingga jam kerja yang panjang menjadi bagian rutin dari pekerjaan.
BACA JUGA: KPU Tetapkan Seluruh Calon di Pilkada Kulonprogo Memenuhi Syarat, Warga Diminta Tanggapan
Singapura
Singapura, nama terkenal lainnya, yang terkenal dengan perekonomiannya yang sangat maju, mempunyai kinerja yang baik di berbagai sektor, beberapa di antaranya meliputi manufaktur, inovasi teknologi, dan jasa keuangan.
Meskipun bidang-bidang ini memberikan kekayaan dan kesuksesan yang besar, bidang-bidang ini juga membahayakan kesejahteraan karyawan, mengabaikan penurunan signifikan dalam keseimbangan kehidupan kerja karena jam kerja yang intens, hampir sekitar 51,9 jam per minggu.
Hongkong
Hong Kong, yang dikenal sebagai pusat perdagangan dan keuangan terkemuka, mempunyai jam kerja yang panjang dan sibuk, terutama di sektor keuangan dan jasa.
Terdiri dari lingkungan yang dinamis dan biaya hidup yang tinggi, hal ini memaksa masyarakatnya untuk terus-menerus berada dalam stres, memenuhi tuntutan dan ekspektasi kesuksesan yang tinggi, sehingga menjadikan mereka rata-rata 51,6 jam kerja per minggu.
Taiwan
Perekonomian Taiwan, yang sangat bergantung pada manufaktur dan teknologi, menganggap jam kerja yang panjang dan melelahkan sebagai bagian umum dari budaya ketenagakerjaan mereka.
Sektor teknologi, sebagai industri yang sangat kompetitif, sering menuntut inovasi modern, yang hanya mungkin terjadi melalui upaya dan waktu yang signifikan dari tenaga kerja.
Pekerja Taiwan sering kali harus menjalani jam kerja yang panjang, rata-rata sekitar 51,5 jam per minggu untuk mempertahankan posisi mereka di pasar yang berkembang pesat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Mendagri Tito Karnavian mengusulkan kepala daerah mendapat insentif dari PAD jika berhasil meningkatkannya. Aturan masih perlu dikaji bersama.
Imigrasi Manado menunda 24 keberangkatan PMI terindikasi TPPO hingga Juli 2026 sebagai upaya mencegah pekerja migran nonprosedural.
Rusia mengklaim menyerang pusat logistik dan fasilitas produksi drone Ukraina, sementara Iran memprotes serangan Ukraina di Laut Kaspia.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.