Beras Fortifikasi Bermasalah, Bapanas Siapkan Penertiban Besar
Temuan beras fortifikasi tak sesuai standar mendorong Bapanas memperluas pengawasan terhadap 40 merek di 11 provinsi.
Rokok elektrik alias vape - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Jumlah pengguna rokok elektrik atau vape di dunia semakin banyak, tak terkecuali di Indonesia. Padahal, risiko yang mengancam kesehatan begitu besar.
Berdasarkan data Statista, sampai dengan 2023, Indonesia menjadi salah satu pengguna vape terbesar di dunia. Jumlahnya diperkirakan bahkan lebih banyak dibandingkan dengan yang ada di Eropa dan Amerika.
Menurut Statista, vape sering kali dianggap tidak lebih berbahaya daripada rokok dan bahkan sering digunakan sebagai alat untuk membantu berhenti merokok.
Namun, berdasarkan studi terbaru, ternyata alat ini bisa lebih berbahaya risikonya bagi kesehatan. Tak hanya merusak paru, tapi juga bisa membahayakan kesehatan jantung.
Menurut Science Alert, alasan umum dan paling mungkin adalah zat yang menyebabkan kerusakan jaringan paru, yang ditemukan di beberapa vape, yang menyebabkan orang batuk dan terengah-engah.
Kehebohan mengenai cedera paru mendorong para akademisi untuk melihat dampak negatif vaping terhadap kesehatan.
Lima tahun kemudian, semakin banyak bukti dari penelitian ekstensif dan jangka panjang yang menunjukkan bahwa penggunaan rokok elektrik dikaitkan dengan peningkatan risiko serangan jantung, strok, dan penyakit pernapasan.
Temuan ini kini diperkuat oleh studi baru yang dipresentasikan pada pertemuan ilmiah tahunan American College of Cardiology pekan lalu.
BACA JUGA: Ini Kata Pakar Kesehatan soal Vape Jadi Alat Berhenti Merokok
Para peneliti menemukan bahwa pengguna rokok elektrik yang pernah menggunakannya memiliki risiko 19% lebih tinggi terkena gagal jantung dibandingkan bukan pengguna rokok elektrik yang berusia 18 tahun ke atas.
Gagal jantung, berbeda dengan serangan mendadak, adalah melemahnya atau mengerasnya jantung secara bertahap hingga menjadi sulit memompa darah ke seluruh tubuh.
“Semakin banyak penelitian yang menghubungkan rokok elektrik dengan efek berbahaya dan menemukan bahwa rokok elektrik mungkin tidak seaman yang diperkirakan sebelumnya,” kata Yakubu Bene-Alhasan, seorang dokter dan peneliti di MedStar Health di Baltimore, dilansir The News.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Temuan beras fortifikasi tak sesuai standar mendorong Bapanas memperluas pengawasan terhadap 40 merek di 11 provinsi.
Google memperketat sideloading Android di Indonesia. Simak toko aplikasi terdampak dan cara memasang aplikasi tak terverifikasi
Gaji Wantimpres ditetapkan Rp76,5 juta per bulan. Selain hak keuangan, anggota Wantimpres mendapat fasilitas sesuai ketentuan bagi menteri.
Sepak takraw Indonesia meraih medali perak Asian Games 2026 setelah kalah 1-2 dari Jepang di final kuadran putra.
Upah minimum PRT asing di Hong Kong naik 2,35 persen menjadi 5.220 dollar Hong Kong atau sekitar Rp11,9 juta per bulan.
Harga diesel Inggris menembus rekor hampir Rp48.300 per liter. Pemerintah menyebut pasokan tetap aman di tengah krisis energi global.