Berikut Niat Salat Tarawih Sendiri dan Berjemaah, lengkap Arab dan Latinnya

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Minggu, 10 Maret 2024 11:37 WIB
Berikut Niat Salat Tarawih Sendiri dan Berjemaah, lengkap Arab dan Latinnya

Foto ilustrasi. /Solopos-M. Ferri Setiawan

Harianjogja.com, JOGJA—Salat tarawih merupakan salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan pada bulan ramadan atau puasa. Salat sunnah di malam hari ini bisa dilakukan berjemaah atau sendiri. Salat ini juga boleh dilakukan di masjid maupun di rumah.

Adapun jumlah rakaat salat tarawih terjadi perbedaan pendapat di antara ulama. Mengutip laman resmi Nahdlatul Ulama (NU) mayoritas mazhab Syafi’i adalah sebanyak 20 rakaat dengan sepuluh kali salam. Artinya sekali shalat dilakukan dengan dua rakaat sebagaimana dilansir NU Online.

Hal itu berdasarkan hadits Rasulullah saw riwayat al-Baihaqi melalui jalur Ibnu Abbas, yaitu:


أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي فِي شَهْرِ رَمَضَانَ فِي غَيْرِ جَمَاعَةٍ عِشْرِينَ رَكْعَةً وَالْوِتْرَ


“Sungguh Nabi Muhammad saw melakukan shalat di bulan Ramadhan tanpa berjamaah sebanyak dua puluh rakaat dan (ditambah) shalat witir.”

Lantas bagaimana niat salat tarawih?

Adapun lafal niat shalat tarawih yang dibaca ketika menjadi imam, ma’mum, ataupun shalat sendirian adalah sebagai berikut sebagaimana dilansir dari NU Online.

1. Lafal niat shalat tarawih selaku imam

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى


Ushalli sunnatat Tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah SWT.”

2. Lafal niat shalat tarawih selaku ma’mum

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat Tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an ma’mūman lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah SWT.”

3. Lafal niat shalat tarawih sendirian

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى


Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah swt.”

Sumber: nu.or.id

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : nu.or.id

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online