Cak Imin Sebut Penguatan UMKM Jadi Strategi Jaga Kelas Menengah
Cak Imin menegaskan penguatan UMKM menjadi fokus pemerintah untuk menjaga dan memperluas kelas menengah Indonesia.
Johan Wahyudi – Harian Jogja/Sirojul Khafid
SLEMAN—Dalam dua kali proses istrinya melahirkan, pikiran Johan Wahyudi bisa lebih tenang. Kelahiran anak pertama dengan normal dan anak kedua dengan operasi caesar, keduanya dengan penjaminan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Alokasi biaya persalinan bisa untuk kebutuhan lain selama tumbuh kembang anak.
Sekitar tahun 2014, anak pertama mereka lahir. Kala itu, kondisi kandungan dan juga kesehatan istri Johan memungkinkan untuk proses persalinan secara normal. Dia juga memanfaatkan fasilitas JKN dari kantor istri yang mencakup seluruh anggota keluarga.
“Proses persalinan anak pertama merupakan pertama kalinya menggunakan JKN untuk urusan kesehatan, Alhamdulillah semua berjalan lancar dan tanpa membayar sepeser pun,” kata Johan, Selasa (10/10/2023).
Sembilan tahun berselang, karunia berupa anak kedua menghampiri pasangan yang tinggal di Sleman ini. Mereka rutin kontrol secara berkala. Memasuki bulan kelima, dokter mengidentifikasi apabila istri Johan tidak bisa melahirkan secara normal. Ada kondisi yang cukup berisiko. Sehingga dokter menyarankan kelahiran anak kedua istri Johan dengan operasi caesar.
Untuk memastikan semuanya lancar, rumah sakit menyarankan mereka untuk segera bersiap. Apabila terjadi sesuatu selama menunggu proses persalinan, semuanya bisa lebih cepat tertangani.
Di fasilitas kesehatan pertama berupa klinik di daerah Sariharjo, Sleman, Johan dan istrinya rutin memeriksakan diri. “Periksa [kehamilan rutin] pakai JKN, gratis semua,” kata laki-laki berusia 41 tahun ini.
Memasuki H-1 menjelang persalinan, istri Johan masuk ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Sakina Idaman, Mlati, Sleman. Perlu ada pemasangan serta persiapan persalinan. Beberapa jam sebelum anak lahir, rumah sakit memberitahukan segala rincian persiapan. Johan dan istrinya masuk ke layanan kelas 1 rumah sakit.
Datang ke rumah sakit Jumat malam, mereka pulang Senin siang. Proses operasi Caesar lancar. Semua layanan gratis dan tidak ada biaya yang keluar dari Johan dan istrinya. “Pulang tinggal pulang aja. Dikasih rincian buat kontrol dan gratis semua,” kata Johan.
“Kami merasakan layanan dengan JKN, dengan BPJS Kesehatan lancar dan memuaskan,” katanya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber :
Cak Imin menegaskan penguatan UMKM menjadi fokus pemerintah untuk menjaga dan memperluas kelas menengah Indonesia.
Cuaca DIY hari ini diprediksi didominasi hujan. Sleman berpotensi diguyur hujan sedang dengan kelembapan udara tinggi.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Jumat 15 Mei 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
KKP mempercepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih untuk memperkuat hilirisasi perikanan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Komdigi meminta seluruh platform digital menyelesaikan self assessment PP Tunas sebelum 6 Juni 2026 untuk perlindungan anak di ruang digital.