Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot yang Bisa Tersenyum dengan Kulit Hidup di Wajahnya
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Sampah - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Bagi mahasiswa, aktif dalam banyak kegiatan tentu menjadi kesenangan tersendiri. Apalagi, jika kegiatan yang dilakukan bisa berdampak positif terhadap lingkungan dan alam di sekitar.
Sebagai Kota Pelajar, Jogja tak lepas dari banyaknya komunitas yang tumbuh dan berkembang berkat dimotori anak-anak muda. Dari komunitas hobi, sesama profesi, hingga perkumpulan dengan kepedulian lingkungan yang sama ada di Jogja.
BACA JUGA: Mengatasi Polusi Udara Ada Caranya, Ini Menurut Guru Besar ITB
Isu lingkungan menjadi persoalan yang menjadi kepedulian banyak anak muda, termasuk mahasiswa di Jogja. Tak jarang, mahasiswa Jogja tergerak untuk bergabung ke dalam sebuah komunitas lingkungan dan menjadi relawan.
Bagi mahasiswa Jogja, berikut ini lima komunitas peduli sampah yang bisa diikuti untuk menambah pengalaman.
Resah dengan adanya persoalan sampah di kawasan wisata pesisir Bantul membuat Komunitas Garduaction aktif melakukan kegiatan pemilahan sampah melalui bank sampah dan mengedukasi pengelolaan sampah ke masyarakat sekitar maupun wisatawan.
Garduaction (Garbage Care and Education) peduli lingkungan ini sudah berdiri sejak 4 Juli 2015 di pesisir Pantai Parangkusumo, Bantul. Komunitas ini menerima mahasiswa yang ingin menjadi relawan penggerak programnya.
Sejumlah anak muda di Jogja membua gerakan untuk mengurangi penggunaan plastik melalui Komunitas Bye-Bye Plastic Bags (BBPB) Jogja. Melalui gerakan yang diadopsi dari Bali tersebut, komunitas yang didominasi mahasiswa itu ingin generasi muda memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
BACA JUGA: Investor Asal Jogja Tertarik Mengelola Sampah Anorganik di Bantul
Problem sampah tidak hanya berdampak di daratan, melainkan juga mencemari lautan. Keresahan ini ditangkap oleh sekumpulan anak muda yang aktif bergerak mengedukasi kelestarian laut melalui komunitas bernama Marine Buddies Jogja.
Komunitas yang terbentuk pada 2019 ini berupaya mengedukasi masyarakat untuk mengurangi produksi sampah dan tidak membuang sampah ke sungai. Sebab, sampah yang masuk ke sungai bisa berakhir di lautan dan mencemari ekosistem bahari.
Berawal dari keresahan mengenai banyaknya baju bekas yang menumpuk dan entah bermuara kemana, Gombal Project membuat sebuah gerakan yang bertujuan mengedukasi masyarakat untuk memanfaatkan ulang limbah pakaian di rumah.
Di tangan kreatif komunitas yang berdiri sejak 2018 ini, limbah pakaian itu dapat diolah menjadi tas yang fashionable maupun produk baru lainnya yang fungsional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
KPK buru keterangan Heri Black usai rumahnya digeledah terkait kasus korupsi Bea Cukai. Sempat mangkir, perannya kini disorot.
Penemuan jasad Pariman terkubur di dapur rumah di Boyolali gegerkan warga. Polisi masih selidiki penyebab kematian.
Kulonprogo gabungkan OPD akibat kekurangan ASN. Sebanyak 345 PNS pensiun, rekrutmen minim, birokrasi dirampingkan.
Dosen UNISA Jogja jadi dosen tamu di UKM Malaysia, kupas kesehatan mental, otak, hingga isu bunuh diri lintas disiplin.
Indonesia jadi target baru sindikat judi online dan scam internasional. 320 WNA ditangkap di Jakarta, DPR minta pengawasan diperketat.