Bareskrim Turun ke Blora, Data Sumur Minyak Rakyat untuk Penataan
Bareskrim Polri memetakan sumur minyak rakyat di Blora untuk mendukung peningkatan produksi. Warga juga menyampaikan aspirasi terkait pengelolaan sumur.
Anak-anak melintas di depan Istana Anak-Anak di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Minggu (13/9/2021). /Suara.com-Alfian Winanto
Harianjogja.com, JAKARTA—Kepribadian unggul anak perlu dibangun sejak kecil, di antaranya melalui social attachment. Hal tersebut disampaikan oleh Psikolog Klinis dan Keluarga Pritta Tyas, M.Psi, Psikolog.
Social attachment merupakan kemampuan untuk membentuk keterikatan emosional dan fisik antara anak dan orang tua yang pada akhirnya akan memunculkan trust, rasa aman, dan rasa percaya diri yang pada akhirnya akan membentuk kepribadian yang unggul pada anak, kata Pritta yang lulusan Program Magister Psikologi Universitas Gadjah Mada itu saat ditemui di Jakarta, Selasa.
“Misalnya, anak berusia 0 - 12 tahun dari perkembangan psikososial anak yang perlu diperhatikan orang tua, yaitu terbentuknya trust,” kata Pritta.
Social attachment dapat membuat anak merasa stabil dan aman, serta memungkinkan mereka mengambil risiko untuk tumbuh dan mengembangkan kepribadian mereka. Hubungan keterikatan tersebut merupakan cerminan bagaimana anak dan orang tua merespons satu sama lain.
Baca juga: Kereta Api Brantas Tabrak Truk di Semarang hingga Kebakaran
Pritta juga menjelaskan, social attachment dapat disesuaikan dengan usia anak. Untuk anak berusia 2 - 4 tahun (prasekolah), kebutuhan social attachment yang dibutuhkan anak adalah kemandirian atau tahap otonomi.
Di usia tersebut, anak ingin belajar melakukan banyak hal sendiri. Misalnya, mengerjakan pekerjaan rumah sendiri, membaca sendiri, dan lainnya. Orang tua perlu memberikan kesempatan dan pengawasan saat anak mulai belajar melakukan berbagai hal sendiri agar keamanan mereka tetap terjaga.
Pada anak berusia 4 - 6 tahun, social attachment yang dibutuhkan anak adalah inisiatif. Di usia tersebut, anak-anak sudah memiliki banyak ide dan orang tua perlu memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengeluarkan ide-ide mereka.
Sebagai contoh, orang tua dapat mengajak anak untuk mengatur alat permainannya. Anak dapat dengan bebas mengekspresikan penataan alat permainannya di rak atau tempat penyimpanan miliknya. “Saat liburan sekolah, misalnya, inisiatifnya datang dari mereka [untuk menata alat permainannya],” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bareskrim Polri memetakan sumur minyak rakyat di Blora untuk mendukung peningkatan produksi. Warga juga menyampaikan aspirasi terkait pengelolaan sumur.
Beban pegawai dalam APBN 2025 mencapai Rp512,60 triliun, naik 7,58% dibandingkan 2024. Polri, Kemenhan, dan Kemenag menjadi instansi dengan beban pegawai terbes
FIFA resmi meluncurkan FIFA ASEAN Cup 2026 yang masuk kalender resmi FIFA. Indonesia menjadi tuan rumah Premier Division dengan hadiah juara mencapai US$1 juta.
Pengiriman chipset smartphone global turun 15% di semester I-2026. Qualcomm dan MediaTek tertekan, Apple & Samsung naik. Simak analisis lengkap Counterpoint!
Indonesia menempati peringkat kedua dunia sebagai negara dengan jumlah universitas terbanyak, mencapai 3.277 kampus. Simak daftar lengkap 10 negara teratas.
Putri Kusuma Wardani bertahan di peringkat 6 dunia BWF per 30 Juli 2026. Pebulu tangkis Indonesia itu hanya terpaut 565 poin dari posisi lima besar yang ditempa