BSU Rp600.000 Oktober 2026 Belum Cair, Ini Syarat dan Cara Cek
BSU Rp600.000 Oktober 2026 belum diumumkan pemerintah. Simak syarat BSU tahun lalu dan cara cek status melalui situs resmi Kemnaker.
Mi instan./Istimewa-Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Fitri Hudayani, SST, SGz, MKM selaku ahli gizi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menyarankan untuk menambah bahan makanan lainnya saat ingin membawa bekal berisi nasi dan mi goreng.
"[Mi] dicampur dengan nasi boleh, nggak? Boleh saja. Hanya proporsinya harus diatur dan harus ditambah lagi bahan-bahan makanan lain misalnya ditambahkan telur, sayur, dan buah potong," ujar Fitri, mengutip dari Antara.
Fitri tidak menganjurkan untuk menyajikan nasi dan mi goreng dalam satu porsi utuh. Sebaiknya, disajikan dengan ukuran masing-masing setengah porsi, sehingga jumlah karbohidrat harian yang masuk dalam tubuh tidak berlebihan.
Sebab konsumsi karbohidrat yang berlebih hingga menumpuk pada tubuh, akan memicu kenaikan berat badan secara berlebihan. "[Misalnya] saya makan nasi satu piring, saya bawa bekalnya juga mi satu bungkus sudah dimasak. Itu dari karbohidratnya pasti akan kelebihan," jelas Fitri.
Baca juga: Cerita Penikmat Bakmi Jawa Pak Pele Kaget saat Dikunjungi Jokowi
"Kalau mau kayak gitu, berarti, masing-masing porsinya dikurangi. Kemudian ditambah lauk pauk dan juga sayur dan buahnya," imbuhnya.
Tak hanya karbohidrat, mi instan juga mengandung protein namun rendah kandungan serat, lemak yang sedikit, dan vitamin yang tidak lengkap.
Maka dari itu penting untuk menambah sumber gizi lain seperti telur dan tempe sebagai protein tambahan, sayur-sayuran sebagai sumber serat, serta buah-buahan sebagai sumber vitamin.
Hindari Bekal Mi Instan
Hindari pula menjadikan mi instan sebagai menu bekal makanan setiap hari, mengingat kandungan natrium yang tinggi pada bumbu siap saji mi instan.
"Jadi bukan hanya dari segi jumlah zat gizi makronya seperti karbohidrat, protein, lemak, tetapi juga dari zat gizi mikronya harus diperhatikan. Seperti natrium kan nggak boleh berlebihan," ungkap Fitri.
Saran tersebut penting untuk dipahami bagi orang tua yang menyiapkan bekal makanan untuk anak-anaknya. Fitri kembali mengingatkan pentingnya memenuhi gizi yang seimbang dalam satu porsi bekal terdiri dari karbohidrat, protein, sayur, dan buah. "Untuk ibu-ibu yang menyiapkan makanan bekal untuk anak, sama prinsipnya. Gizi seimbang. Jangan sampai membawa bekalnya hanya nasi ditambah mi instan saja," pungkas Fitri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BSU Rp600.000 Oktober 2026 belum diumumkan pemerintah. Simak syarat BSU tahun lalu dan cara cek status melalui situs resmi Kemnaker.
Dua gempa mengguncang Sumba dan Aceh selang 41 menit 41 detik. Pakar menjelaskan keduanya tidak berkaitan secara tektonik.
Afriana, warga Klaten yang bekerja di Jepang, rela menempuh perjalanan lima jam untuk mendukung atlet Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
PM2.5 Palembang mencapai 903,6 µg/m³ dan masuk kategori sangat berbahaya. BMKG meminta warga membatasi aktivitas di luar rumah.
Wisata buatan Gunungkidul bakal bertambah. Tiga investor menyiapkan proyek di Kelok 23, Pantai Baron, dan Patuk.
Veda Ega Pratama finis ke-11 di Moto3 GP Jepang 2026 dan meraih lima poin. Ia kini mengoleksi 105 poin di klasemen.