Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot yang Bisa Tersenyum dengan Kulit Hidup di Wajahnya
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Bendungan Kherkatta, di negara bagian Chhattisgarh, India tengah. / Bisnis.com
Harianjogja.com, KANKER—Seorang pejabat pemerintah di India viral karena menguras bendungan demi mengambil ponselnya yang nyemplung ke air. Buntutnya, ia menerima skors dari karena dianggap merugikan warga sekitar yang memanfaatkan air bendungan itu.
Melansir Oddity Central, pejabat bernama Rajesh Vishwas itu dikabarkan mendapatkan skors usai memerintahkan seluruh reservoir air untuk dikeringkan hanya agar dia bisa mendapatkan kembali ponsel yang tidak sengaja dia jatuhkan ke dalamnya.
Pejabat pengawas makanan berusia 32 tahun dari distrik Kanker, Chhattisgarh, itu telah menjadi perbincangan di media sosial India karena insiden yang tidak biasa. Ia diduga menyalahgunakan kekuasaannya untuk mengeringkan danau demi mendapatkan kembali ponselnya yang nyemplung ke air.
Kejadian itu bermula ketika Vishwas pergi piknik dengan teman-temannya di bendungan di Chhattisgarh belum lama ini. Saat mencoba berswafoto, pria yang baru saja membeli ponsel baru itu tidak sengaja menjatuhkannya ke dalam air. Dia mengklaim ponsel barunya yaitu Samsung Galaxy S23 harganya mencapai 100 ribu rupee atau sekitar Rp18 juta.
Usai ponselnya jatuh ke air, beberapa perenang lokal didatangkan untuk mencari telepon petugas itu. Akan tetapi setelah dua hari mencari, mereka datang dengan tangan kosong. Kemudian, ia memerintahkan bendungan itu untuk dikeringkan, padahal air yang dialirkan ke kanal terdekat dilaporkan cukup untuk mengairi lahan pertanian seluas 600 hektar.
Vishwas bersikeras bahwa penduduk setempat yang menyarankan agar dia mengeringkan waduk untuk mempermudah pencarian ponsel yang jatuh. Namun, faktanya dia akhirnya memutuskan untuk menelepon petugas dan meminta izin untuk menguras waduk.
“Jadi, saya menelepon petugas subdivisi yang memberikan izin lisan karena hanya ada beberapa kaki air. Pada Selasa malam, saya menyewa pompa diesel dan menimba air sekitar tiga kaki dari bendungan sedalam 10 kaki selama dua hari,” ujar Vishwas dalam sebuah pernyataan.
“Saya tidak tahu berapa banyak airnya, tetapi Anda bisa bertanya kepada penduduk desa, air itu hanya digunakan untuk mandi oleh mereka yang datang ke sini untuk piknik dan bukan untuk irigasi atau keperluan lain. Media telah melebih-lebihkan berita tersebut,” dalihnya.
Malangnya, tindakan Vishwas dianggap atasannya sebagai wujud penyalahgunaan jabatan. “Menyalahgunakan posisinya, Vishwas menyia-nyiakan ribuan liter air selama musim panas. Ini adalah perilaku yang tidak dapat diterima yang tidak dapat ditoleransi,” kata kolektor distrik Kanker, Priyank Shukla.
Departemen Pengairan wilayah setempat juga mengungkapkan kekecewaannya bahwa begitu banyak air yang terbuang sia-sia karena alasan yang sepele.
Menghadapi semua kritik ini, Rajesh Vishwas membela diri terkait keputusannya untuk menguras seluruh bendungan air dengan mengklaim bahwa ponsel pintar barunya berisi informasi departemen penting. Padahal, ketika didapatkan kembali usai diselamatkan dari air, ponsel itu sudah mati dan tidak bisa digunakan lagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Oddity Central
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.