Menahan Yen di 160 per Dolar: Akankah Intervensi ASJepang Efektif?
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Puzzle, sebuah permainan menyusun potongan gambar atau bentuk menjadi satu kesatuan yang utuh ini kerap menjadi permainan favorit anak-anak. Permainan ini sering dijadikan media edukasi karena terbukti mampu meningkatkan keterampilan dan bermanfaat untuk perkembangan kognitif anak.
BACA JUGA: Perlukah Sekolah Melarang Permainan Lato-lato?
Tidak heran saat seorang anak bermain dan berhasil menyusun puzzle ia sering kali disebut sebut anak cerdas. Selain baik untuk perkembangan kognitif ada pula manfaat lain dari bermain puzzle pada anak, yakni sebagai berikut:
1. Melatih kemampuan motorik
Saat menggabungkan potongan puzzle anak akan mengambil, memutar, memegang, hingga menyusun potongan secara hati-hati. Tindakan tersebut akan melatih otot-otot jari maupun tubuh mereka hasilnya kemampuan motorik semakin baik bahkan kemampuan mengontrol tubuhnya sendiri.
2. Persepsi visual
Membaca dan menulis membutuhkan persepsi visual yang baik dengan bermain puzzle persepsi visual anak dapat membantu meningkatkan kemampuan literasi dan pra-menulis awal. Melansir dari Empowered Parents persepsi visual terbagi menjadi lima aspek yakni:
– Memori visual, kemampuan untuk mengingat apa yang dilihat.
– Diskriminasi visual, melihat persamaan dan perbedaan dalam berbagai hal.
– Pemahaman visual, memahami apa yang dilihat.
– Persepsi bentuk, mengenali bentuk umum.
– Analisis dan sintesis visual, melihat pola dan menggabungkannya.
– Visual closure, kemampuan mengidentifikasi objek secara menyeluruh dari potongan objek.
3. Kemampuan menyelesaikan masalah
Bentuk maupun gambar yang sulit membuat anak berpikir keras untuk menyusun puzzle, anak pun akan melakukan berbagai percobaan untuk mencocokkan warna, bentuk, pola, dan lain-lainnya untuk menyelesaikan puzzle. Secara tidak langsung anak perlahan belajar menyelesaikan masalah berkat bermain puzzle.
4. Menambah kosa kata
Penggunaan kata-kata seperti putar, balik, di atas, di bawah, dan di samping akan menambah kosa kata anak terutama dalam mengenal posisi bahkan anak dapat belajar mengurutkan sekaligus mengenal angka saat menyusun kepingan puzzle.
5. Pribadi yang percaya diri
Mampu menyelesaikan puzzle tanpa bantuan orang lain akan membuat anak percaya diri sekaligus mengenal rasa kompetensi serta prestasi. Oleh karenanya pemilihan puzzle yang tepat menjadi kuncinya, pastikan memilih puzzle yang cukup namun masih dapat anak selesaikan sendiri, sebab bila terlalu sulit anak akan frustasi dan kemungkinannya kecil bagi anak untuk lanjut menyelesaikan puzzle tersebut.
Misalnya memilih puzzle dengan satu potongan terdiri dari satu gambar utuh seperti kucing, anjing, dan burung yang kemudian diletakan sesuai dengan tempatnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026
Media Jepang menyoroti fenomena ratusan WNI yang menggunakan nama karakter anime seperti Naruto, Uzumaki, Nobita, hingga Sasuke berdasarkan data Dukcapil Semest
Korban tewas gempa magnitudo 7,4 di Kolombia bertambah menjadi 265 orang. Sebanyak 3.494 warga terluka dan 496 lainnya masih dinyatakan hilang.