DPR Bahas RUU Perampasan Aset di Tengah Demo 27 Agustus
DPR tetap menggelar rapat paripurna 27 Agustus dengan agenda laporan perkembangan RUU Perampasan Aset di tengah rencana demonstrasi.
Ilustrasi cepat capek /Freepik
Harianjogja.com, SURABAYA—Penyakit varises bisa menurunkan produktivitas seseorang. Hal ini disampaikan oleh dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya dr. Niko Azhari Hidayat.
"Paling besar varises itu adalah keluhan yang cepat capek. Artinya itu menurunkan produktivitas. Gerak makin terbatas," kata Dokter Spesialis Bedah Toraks Kardiovaskular itu dikutip dari Antara, Minggu (30/4/2023).
Meski demikian, dr. Niko mengatakan, karena posisinya yang berada di bawah dan tertutup, membuat masyarakat enggan untuk mengobati varises. Mereka hanya akan berobat jika varises makin parah.
"Varises itu penyakit pembuluh darah yang cukup disepelekan, karena posisinya berada di bawah, tertutup dengan rok, celana. Sehingga, pasien itu tidak akan datang berobat kalau tidak parah," ujar Niko.
Baca juga: Covid-19 DIY Kembali Meningkat Usai Lebaran 2023, Masih Ada Kasus Meninggal
Karena itulah, Niko terus berupaya memberikan edukasi akan pentingnya melakukan pencegahan dan deteksi dini terhadap varises. Ia menyebut, bahwa berobat untuk penyakit varises tidak harus dilakukan operasi, namun cukup dengan USG.
"Berobatnya tidak langsung operasi. Cek dulu, USG saja," ujarnya.
Varises sendiri adalah penyakit yang salah satunya disebabkan oleh faktor keturunan. Oleh sebab itu, Niko menyebut bahwa kunci dari pencegahan dini adalah pengetahuan.
"Kalau masyarakat tahu bahwa dia punya faktor resiko, misalnya orang tuanya varises, seorang itu akan tahu kalau akan terpapar kurang lebih 40 persen. Nah, itu bisa dicegah progresivitasnya," katanya.
"Kalau kita mencegah lebih dini ya kita makin produktif. Di usia 40-50 terhindar dari penyakit yang lebih serius dari vena," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
DPR tetap menggelar rapat paripurna 27 Agustus dengan agenda laporan perkembangan RUU Perampasan Aset di tengah rencana demonstrasi.
Disdikpora DIY mengimbau pelajar SMA/SMK tidak mengikuti aksi demonstrasi 27-31 Agustus 2026 untuk mencegah kekerasan dan tindakan anarkis.
Sebanyak 34 WN Australia dilaporkan hilang setelah banjir bandang di Nepal. Ratusan orang dari berbagai negara juga masih dicari.
Mahasiswa Forum BEM DIY menggelar aksi di Malioboro dan mendesak RUU Perampasan Aset disahkan serta drafnya dibuka ke publik.
Sri Sultan meminta PSIM Jogja mencari revenue baru agar klub lebih mandiri secara finansial dan tidak bergantung pada pengusaha.
Kemenag membantah isu Nasaruddin Umar mundur sebagai Menteri Agama. Nasaruddin juga menegaskan dirinya tidak pernah mengundurkan diri.