Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Ilustrasi lansia mengalami gagal jantung/Freepik.com
Harianjogja.com, JAKARTA – Studi terbaru menyebutkan perempuan di Indonesia ternyata lebih banyak terdiagnosis penyakit kardiovaskular atau gagal jantung.
Dalam survei yang dilakukan terhadap 2.000 pasien penyakit kardiovaskular dari fasilitas kesehatan tipe B dan A yang ada di Jawa dan Sumatera, prevalensi penyakit ini sudah mencapai angka 5 persen. Studi tersebut mencatat bahwa perempuan lebih besar terdiagnosis gagal jantung dibanding pria.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Siti Elkana Nauli menyebutkan bahwa ada tiga faktor yang membuat perempuan lebih rentan terdiagnosis penyakit gagal jantung. "
"Pertama, perempuan umumnya datang terlambat saat melakukan pemeriksaan penyakit dengan beberapa alasan rumah tangga," katanya dalam forum edukasi penyakit gagal jantung yang digelar Novartis pada Selasa (31/5/2022).
Dia menuturkan faktor tersebut lebih banyak mengindikasikan bahwa perempuan di Indonesia lebih banyak terdiagnosis jika dibandingkan faktor genetik.
Dalam upaya menurunkan angka penyakit gagal jantung ini, Nauli berkoordinasi dengan orang yang berpengaruh dalam masyarakat untuk mendata warga yang terindikasi penyakit ini dan mengatakan bahwa orang yang terindikasi harus rutin melakukan kontrol.
“Itulah yang kita lakukan sampai saat ini, dari mulai 10 persen sekarang sudah mulai naik sekitar 30-40 persen,” imbuhnya.
Selain melancarkan gerakan kerja gagal jantung dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Nauli juga membujuk ibu-ibu yang susah untuk diajak kontrol penyakit dengan memberikan motivasi agar melihat anaknya saat melihat ibunya terpapar penyakit ini.
BACA JUGA: Bukan Cuma Lezat, Makan Makanan Pedas Ternyata Banyak Manfaat
Dia menuturkan selain alasan non-medis yang sudah dipaparkan, bahwa ada hal lain yang menjadi penyebab hal tersebut.
Nauli melihat hanya ada fase yang hanya dimiliki oleh perempuan, yaitu saat kehamilan di usia produktif terdapat peningkatan darah waktu hamil. Perempuan juga mengalami kondisi dimana kemungkinan adanya kerusakan jantung pada saat proses kehamilan.
"Penyebab lainnya adalah seperti pembiaran kondisi kaki yang membengkak setelah kehamilan yang berlangsung lama atau biasa disebut kardiomiopati," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Dato' Sri Tahir menyebut penunjukannya sebagai anggota Wantimpres Prabowo merupakan suatu kehormatan dan menyerahkan agenda kepada Pratikno.
MA mengabulkan uji pendapat DPRD Gowa terkait usulan pemberhentian Bupati Sitti Husniah Talenrang pada 1 Oktober 2026.
Kepala BGN Sudaryono meminta pemda sidak SPPG pada jam 2-3 pagi untuk memastikan kebersihan, disiplin, dan keamanan MBG.
WIG 2026 di Yogyakarta mengangkat cita rasa dan cerita kuliner Indonesia menjadi narasi global sekaligus mendorong ekonomi gastronomi.
Jusuf Hamka resmi menjadi anggota Wantimpres Prabowo. Simak profil, bisnis jalan tol, kiprah politik, dan perjalanan hidup Babah Alun.