Mendag Pastikan DMO CPO Tetap Berlaku di Era Ekspor DSI
Mendag Budi Santoso memastikan kewajiban DMO CPO tetap berlaku meski ekspor komoditas strategis nantinya dilakukan melalui PT DSI.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA-Anak-anak dan dewasa ada yang mengalami sakit kepala, demam, dan nyeri di lengan setelah mendapat suntikan vaksin Covid-19. Kondisi ini adalah tanda bahwa vaksin Covid-19 sedang melakukan tugasnya membangun kekebalan dalam tubuh.
Umumnya, orang dewasa mengonsumsi obat parasetamol atau penghilang rasa sakit untuk meredakan efek samping vaksin Covid-19. Namun, penanganan efek samping vaksin Covid-19 pada anak-anak berbeda dengan orang dewasa. Anda tidak bisa memberikan anak-anak obat parasetamol untuk meredakan efek sampingnya.
Bharat Biotech, produsen vaksin Covaxin, mengatakan bahwa orang-orang tidak boleh mengonsumsi obat parasetamol atau obat penghilang rasa sakit lainnya untuk meredakan efek samping dari vaksin Covaxin.
Mereka menegaskan bahwa parasetamol lebih direkomendasikan untuk beberapa vaksin Covid-19, tetapi tidak untuk vaksin Covaxin. Mereka juga mengatakan kalau efek samping setelah suntik vaksin Covid-19 biasanya hilang dalam 2-3 hari.
Menurut Dr Neelam Mohan, Direktur Pediatric Gastroenterology & Hepatology, Rumah Sakit Medants, asupan parasetamol yang berlebihan dapat menyebabkan hepatotoksisitas yang disebut sebagai kerusakan hati akibat paparan obat.
Baca juga: Sempat Nol Kasus Aktif, Kini Covid-19 Ditemukan di 4 Kecamatan di Gunungkidul
Ia mengatakan pemberikan parasetamol dalam dosis yang tepat dan hanya diberikan ketika efek samping muncul tidak menjadi masalah.
Karena, berat badan anak-anak biassanya bervariasi, dari 10-15 mg/kg dengan dosis maksimum hingga 500-650 mg tablet parasetamol.
"Anda tidak boleh memberikan anak-anak obat parasetamol lebih dari 4 tablet dalam 24 jam. Karena, overdosis parasetamol menyebabkan toksisitas hati," kata Dr Neelam dikutip dari Times of India.
Secara teratur, obat parasetamol bisa membahayakan siapa pun, termasuk anak-anak. Parasetamol harus diberikan dalam kondisi darurat dan sesuai anjuran dokter.
Cara Meredakan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pada Anak
Demam ringan, sakit kepala dan nyeri di area suntikan bisa terjadi setelah suntik vaksin Covid-19. Tapi, hanya sedikit anak-anak yang mengalami gejala tersebut.
Tapi, bukan berarti vaksin Covid-19 tidak bekerja dengan baik karena gejala yang ditimbulkan ringan.
Bila anak mengalami efek samping vaksin Covid-19, gunakan cara lain untuk meredakannya daripada menberikan paracetamol.
Dr Neeta Kejriwal, Konsultan Dokter Anak, Rumah Sakit Manipal HCMCT, Dwarka menyarankan untuk mengompres air yang disuntik menggunakan es guna mengurangi rasa sakit dan nyeri.
Dalam kasus demam ringan, Anda dapat memberikan parasetamol setelah konsultasi dengan dokter. Jika anak Anda mengalami efek samping parah dan mengalami demam tinggi, segera cara bantuan medis.
Selain itu, pastikan anak Anda makan dengan benar, cukup istirahat dan minum banyak air untuk pemulihan yang cepat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Mendag Budi Santoso memastikan kewajiban DMO CPO tetap berlaku meski ekspor komoditas strategis nantinya dilakukan melalui PT DSI.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Pemkab Bantul siapkan lima kalurahan untuk program Kampung Redam hasil kerja sama dengan Kementerian HAM. Fokus pada resolusi konflik dan keadilan restoratif.
Daftar klub yang lolos ke Liga Champions 2026/2027. Simak klub raksasa yang lolos otomatis dan daftar tim yang berjuang lewat kualifikasi di sini.
KDMP Tamanmartani menggunakan dana LPDB untuk operasional awal klinik pratama sambil menunggu kerja sama BPJS Kesehatan.