Bangunan Setara Apartemen di Lapas Cibinong Disebut Tak Pakai APBN
Imipas menyebut fasilitas “apartemen” di Lapas Cibinong tak tercatat sebagai BMN dan pembangunannya tidak menggunakan APBN.
Foto ilustrasi. /ANTARA FOTO-Jojon
Harianjogja.com, JAKARTA-Tes rapid antigen masih menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan tes Covid-19 di Indonesia. Banyak jenis rapid antigen, salah satunya metode bioquick antigen.
Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun perlu melakukan rapid antigen. Baik untuk tracing Covid-19 maupun keperluan perjalanan menggunakan transportasi umum.
Nah, bioquick antigen ini diklaim nyaman untuk anak-anak loh. Penggunaannya pun simpel, yakni dengan usap hidung invasif minimal atau usap nasofaring yang begitu fleksibilitas. Untuk hasilnya pun didapat dalam waktu 15 menit.
Hal ini sangatlah memudahkan bagi para tenaga kesehatan dalam membantu orang-orang untuk mengetahui hasil tes secara fleksibel. "Walaupun saat ini cakupan vaksin semakin luas di Indonesia, kita tahu bahwa virus varian baru terus bermunculan dan kekebalan berkurang dari waktu ke waktu, itulah sebabnya tes rapid buatan lokal," ujar Divisional Vice President Abbot Rapid Sanjeev Johar dalam keterangan tertulis.
Baca juga: Terduga Pemerkosa 3 Mahasiswi UMY Menyerang Balik, Ancam Lapor Polisi
Dalam evaluasi klinis yang dilakukan oleh para profesional kesehatan, tes rapid antigen bioquick dapat mengidentifikasi 98,1% spesimen positif dan 99,8% spesimen negatif dengan benar.
Semua sampel dikonfirmasi negatif atau positif dengan tes RT-PCR (usap hidung) yang disetujui. "Informasi kesehatan real-time untuk membantu mengurangi penyebaran virus. Tes rapid memungkinkan seseorang mengetahui status infeksi mereka pada saat yang paling penting," tambahnya.
Sementara untuk pemantauan mutasi Covid-19 secara seksama, alat tesnya juga telah analisis menyeluruh terhadap Covid-19 varian baru, termasuk varian Delta.
Artikel ini telah tayang di Okezone dengan judul "Makin Canggih, Tes Antigen Bisa Terlihat dalam 15 Menit Saja Loh"
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Imipas menyebut fasilitas “apartemen” di Lapas Cibinong tak tercatat sebagai BMN dan pembangunannya tidak menggunakan APBN.
Partai Gema Bangsa bersilaturahmi ke PP Muhammadiyah di Jogja membahas desentralisasi politik dan target Pemilu 2029.
Dugaan politik uang muncul di Pilur Panggungharjo. Calon lurah melapor, sementara panitia mengingatkan fakta integritas dan mekanisme penanganan.
BMKG memprakirakan sejumlah wilayah berpotensi hujan pada 2–5 Oktober 2026 meski kemarau panjang masih melanda banyak daerah.
IKI September 2026 berada di level 51,93 atau turun 0,37 poin. Industri masih ekspansi, tetapi biaya logistik dan BBM menekan laju.
Pemerintah menyetujui sanksi pidana bagi pemilik kendaraan ODOL. RUU LLAJ juga mengatur korporasi dan pemilik barang sebagai subjek pidana.