Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Sabtu 23 Mei, Tarif Rp12.000
Layanan ini menghubungkan kawasan Malioboro dengan Pantai Parangtritis, memberikan alternatif transportasi praktis bagi wisatawan yang ingin menikmati destinasi
Pemain, kru dan sutradara film Kadet 1947 saat berkunjung ke Harian Jogja, Senin (29/11/2021)./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA—Film Kadet 1947 yang menceritakan tentang semangat dalam melawan penjajah layak untuk ditonton generasi muda. Film ini mengungkap sejumlah tokoh yang memiliki peran penting dalam mempertahankan Lapangan Udara Maguwo namun jarang terpublikasikan.
Sejumlah kru film Kadet 1947 yang terdiri atas produser, sutradara hingga pemain berkunjung ke Kantor Harian Jogja, Jalan AM Sangaji, Jetis, Kota Jogja, Senin (29/11/2021). Sejumlah pemain yang hadir dalam kunjungan itu antara lain Bisma Karisma, Kevin Julio, Fajar Nugraha, Chicco Kurniawan dan Hardi Fadhilah. Sutradara Rahabi Mahendra dan Aldo Sastia serta produser film Celerina Judisari.
Film ini mengisahkan sekelompok anak muda dari kadet Sekolah Penerbang Angkatan Udara di Maguwo. Mereka adalah Sutardjo Sigit (Bisma Karisma), Mulyono (Kevin Julio), Suharnoko Harbani (Omara Esteghlal), dan Bambang Sapto Adji (Marthino Lio) yang berkeinginan mengusir penjajah Belanda. Tetapi keinginan terkendala berbagai rintangan, salah satunya masih berstatus pelajar Angkatan Udara. Sehingga mereka tidak mendapat izin untuk membawa pesawat dan senjata.
“Keluarga para pelaku sejarahnya juga sangat mengapresiasi, mereka menyampaikan terima kasih eyangnya sudah difilmkan, karena sebelumnya tidak banyak dikenal. Ini hal yang membahagiakan bagi kami pemain, karena direstui pihak keluarga,” ucap Bisma Karisma.
Produser Kadet 1947, Celerina Judisari, menjelaskan cerita dan tokoh pemuda yang diungkap cenderung tidak populer tetapi mereka memiliki peran yang luar biasa dalam perjuangan melawan penjajah. “Kami masuk pada sebuah konteks perjuangan, dikaitkan dengan saat ini seperti apa, akhirnya ketemulah cerita ini, walaupun cerita itu tidak populer cenderung orang tidak tahu. Kami berusaha mengabarkan cerita ini pada anak muda,” katanya.
Sutradara Rahabi Mandra menambahkan film tersebut terinspirasi dari kisah nyata perjuangan awal-awal TNI AU. Di dalamnya ada sejumlah tokoh populer seperti Komodor Udara Soerjadi Soerjadarma (Mike Lucock), Adisutjipto (Andri Mashadi), Abdulrachman Saleh (Ramadhan Al Rasyid) dan Halim Perdanakusuma (Ibnu Jamil). Tetapi yang jarang terungkap berusaha ditampilkan menjadi kisah yang menarik untuk ditonton.
“Kisahnya ya Jogja, Maguwo, ketika semua lapangan udara diserang Belanda yang tersisa Maguwo. Para Kadet ini mempertahankan Maguwo. Bahasanya kami mencoba menggunakan bahasa lama,” katanya.
Menurutnya film tersebut telah di-review oleh para tokoh, salah satu Kak Seto dan hasilnya bisa ditonton semua usia. Sehingga sangat cocok untuk menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan generasi pemuda.
Pemred Harian Jogja, Anton Wahyu Prihartono, menilai di tengah maraknya tontonan era saat ini, Kadet 1947 menjadi salah satu tontonan cocok untuk anak muda. Kadet 1947 bisa menjadi tonggak membangkit semangat perjuangan dan nasionalisme generasi muda melalui edukasi film.
“Film ini cocok untuk menumbuhkan rasa nasionalisme di kalangan anak muda, termasuk revolusi mental, saya kira pemerintah perlu memberikan perhatian terhadap film semacam ini,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Layanan ini menghubungkan kawasan Malioboro dengan Pantai Parangtritis, memberikan alternatif transportasi praktis bagi wisatawan yang ingin menikmati destinasi
Simak jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 lengkap dengan niat, tata cara, dan keutamaannya menjelang Iduladha.
PLN pastikan listrik Sumatra pulih bertahap usai gangguan transmisi, 176 gardu induk kembali normal.
Selat Solo jadi alternatif olahan daging kurban yang unik. Perpaduan Jawa-Belanda, lezat, dan makin populer saat Idul Adha.
Kelangkaan solar subsidi di luar Jawa picu antrean panjang dan lonjakan biaya logistik jelang Iduladha 2026.
Masjid Sheikh Zayed Solo gelar Iduladha 2026 dengan 50 sapi kurban dan Festival Bulan Haji. Ada pasar gratis hingga nikah massal.