NTT Kembali Diguncang Gempa M4,0, Rumah Rusak Capai 53.971
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Ilustrasi Sakit kepala. /boldsky.com
Harianjogja.com, JAKARTA — Sakit kepala merupakan penyakit yang umum dirasakan oleh banyak orang. Namun, Anda harus waspada karena sakit kepala bisa menjadi gejala penyakit yang lebih serius.
Saat merasakan sakit kepala di pagi hari, cobalah untuk meminum secangkir kopi. Jika hal ini tidak bekerja, cobalah dengan cara tidur sebentar hingga saat bangun sakit kepala akan hilang.
Sebagian besar penyebab sakit kepala terjadi karena kelelahan, stres, dan kecemasan dapat hilang dengan istirahat atau mengonsumsi minuman hangat.
Ahli saraf dari Rumah Sakit Wockhardt Mumbai Dr. Pavan Pai mengatakan sakit kepala bisa menjadi tanda bahaya dari penyakit yang lebih serius.
Berikut 5 cara untuk mengetahui sakit kepala yang Anda rasakan merupakan gejala penyakit serius seperti dilansir dari Times of India, Selasa (21/9/2021).
1. Sakit kepala dengan mual dengan muntah
Sakit kepala dengan mual, muntah, dan kepekaan terhadap cahaya dan suara Gejala-gejala ini mungkin menunjukkan sakit kepala migrain, yang merupakan kondisi neurologis yang menyebabkan sensasi berdenyut hanya di satu sisi kepala.
Jika Anda mengalami sakit kepala disertai mual, muntah, serta sensitif terhadap cahaya dan suara, maka Anda perlu segera berkonsultasi dengan dokter untuk penanganan migrain.
2. Sakit kepala disertai demam atau leher kaku
Sakit kepala disertai demam atau leher kaku dapat menunjukkan bahwa Anda mungkin menderita ensefalitis atau meningitis.
Ensefalitis berarti radang otak dan meningitis berarti radang selaput di sekitar otak. Kedua kondisi tersebut dapat mengancam jiwa dan menyebabkan sakit kepala. Jangana abaikan gejala ini terlalu lama dan berkonsultasi dengan dokter sedini mungkin.
3. Sakit kepala dengan perubahan bicara dan penglihatan
Jika sakit kepala disertai dengan perubahan penglihatan, gangguan bicara, ketidakmampuan untuk berjalan, kelemahan pada satu sisi tubuh, maka itu bisa menjadi stroke iskemik.
Ini adalah kejadian yang paling umum dan biasanya terlihat karena bekuan darah yang terjadi di pembuluh darah di otak dan aliran darah terputus ke otak. Tahukah kamu sakit kepala yang parah merupakan tanda stroke?
4. Sakit kepala menyebabkan perubahan perilaku
Apakah sakit kepala disertai dengan perubahan perilaku lain seperti ingatan, penalaran, membaca, dan menulis, atau kontrol emosi? Hal ini bisa menjadi tumor otak. Karena itu, sangat penting bagi Anda untuk berbicara dengan dokter dan mendapatkan diagnosis yang tepat.
5. Sakit kepala karena pecahnya aneurisma otak
Aneurisma otak berarti titik lemah di dinding arteri otak yang menonjol dan dipenuhi darah. Jadi, sakit kepala parah yang tiba-tiba adalah gejala utama dari aneurisma yang pecah. Hal ini cenderung karena bocor dan pecah, hingga menyebabkan pendarahan di otak (perdarahan subarachnoid).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Korban bencana di Nepal utara mencapai 951 orang. Sekitar 590 warga negara asing dari 39 negara masih dinyatakan hilang.
Restitusi PPN yang belum cair dikhawatirkan mengganggu cash flow industri hingga memicu PHK dan pailit.
Wisata dan pembangunan di hulu Gajah Wong Sleman dinilai perlu memperhatikan daya dukung lingkungan untuk menjaga air dan ekosistem.
Guru PPPK mendapat kesempatan ikut seleksi CPNS 2027. Pemerintah menegaskan prosesnya melalui seleksi, bukan pengangkatan otomatis.
Lionel Messi resmi pensiun dari Timnas Argentina setelah lebih dari 20 tahun. Ia meninggalkan La Albiceleste dengan sejumlah gelar bergengsi