Airlangga Targetkan Investasi Hilirisasi Rp3.800 Triliun dalam 4 Tahun
Pemerintah menargetkan investasi hilirisasi Rp3.800 triliun dalam empat tahun untuk 28 komoditas di delapan sektor.
Ilustrasi pria stres setelah istri melahirkan./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Stres akut bisa membawa dampak buruk pada sistem kekebalan tubuh, bahkan bisa mengarah ke kondisi yang dikenal dengan sebutan atrofi timus akut.
Melansir dari News Medical, Rabu (1/9/2021) timus adalah organ limfoid berfungsi sebagai tempat hidup sel fagosistik dan limfosit untuk melawan penyakit seperti bakteri patogen, tumor, antigen, dan lainnya.
Ini sering disebut dengan sistem kekebalan tubuh bawaan. Sistem kekebalan tubuh bawaan adalah garis pertahanan tubuh yang pertama melawan pertumbuhan dan perkembangan patogen setelah adanya infeksi, yang dicapai melalui makrofag, neutrofil, sel dendritik, dan granulosit.
Jenis ini dikenal sebagai imunitas adaptif, yang dicapai melalui kerja limfosit T dan limfosit B (sel T dan sel B). Kedua sel ini berasal dari sumsum tulang untuk memproses antigen sedemikian rupa sehingga menimbulkan interaksi dengan sel-sel imun.
Imunitas adaptif merupakan respon imun spesifik yang sangat terspesialisasi untuk menciptakan memori imunologis yang tahan lama, serta mulai bekerja apabila invasi virus tidak dapat diatasi dengan sistem imunitas bawaan.
Melalui thymopoiesis, timus akan menggunakan beberapa proses berbeda untuk memastikan bahwa sel T mampu mengenali antigen yang sebenarnya, daripada menginduksi reaktivitas auto-imun. Contohnya, timus melakukan proses seleksi negatif yang menghilangkan sel T, yang berpotensi self-reactive dan melepaskan sel T yang dapat mengenali antigen ke perifer.
Atrofi Timus yang Diinduksi Stres
Berbagai kondisi fisiologis dapat menyebabkan stres pada tubuh seperti malnutrisi, tekanan emosional, kehamilan, atau kondisi seperti infeksi, penyakit, perawatan kanker, atau rejimen yang digunakan untuk mempersiapkan pasien melakukan transplantasi sumsum tulang.
Namun apapun penyebabnya, stres mengganggu keseimbangan homeostatik pada sistem kekebalan tubuh dan akhirnya menyebabkan kondisi yang dikenal dengan involusi timus akut.
Beberapa ciri dari respons akibat stres ini termasuk pengurangan timosit positif ganda (DP), dan penurunan keluaran sel T naik ke perifer, yang keduanya secara signifikan dapat mengurangi ukuran kelenjar timus.
Penyebab Infeksi Atrofi Timus
Pada umumnya, penyebab dari infeksi atrofi timus ini adalah infeksi virus, bakteri, dan jamur. Namun pada beberapa kasus terkhusus human immunodeficiency virus (HIV), dapat mengakibatkan infeksi hingga mengubah fungsi normal dari timus sebagai akibat hilangnya perkembangan timosit dan sel stroma timus. Selain HIV/AIDS, infeksi bakteri pasca operasi juga dapat menjadi salah satu penyebabnya.
Beberapa penelitian menemukan bahwa pasien yang telah menjalani perawatan kanker atau sebelum melakukan transplantasi sumsum tulang menunjukkan penurunan fungsi timus secara signifikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Pemerintah menargetkan investasi hilirisasi Rp3.800 triliun dalam empat tahun untuk 28 komoditas di delapan sektor.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Selasa 13 Oktober 2026 tersedia mulai dini hari hingga malam. Cek rute dan tarif Rp80.000.
Jadwal KA Bandara YIA, Selasa, 13 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 13 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 12 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan. Simak jadwal Palur, Klaten, Lempuyangan hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa, 13 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan dan tarif tiket Rp8.000.