OJK Catat Pembiayaan Investasi Multifinance Rp167,89 Triliun
OJK mencatat pembiayaan investasi multifinance turun 5,33% menjadi Rp167,89 triliun pada semester I/2026.
Ilustrasi obesitas/Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA – Seorang karyawan yang giat bekerja bisa melakukan pekerjaannya melebihi jam kerjanya. Ada beragam alasan orang bekerja melebihi batas jam kerjanya, seperti tuntutan pekerjaannya atau bahkan untuk mendapatkan pujian dari atasan.
Seorang karyawan bahkan ada yang bekerja lebih dari 40 jam seminggu bahkan sampai 50 jam. Durasi bekerja berjam-jam ini sebenarnya cukup berbahaya bagi kesehatan seseorang.
Bekerja berjam-jam secara perlahan akan membuatmu kurang produktif dan memengaruhi kekuatan mentalmu untuk jangka panjang. Melansir dari Times of India, Jumat (23/7/2021), berikut adalah 6 alasan mengapa kamu harus segera berhenti bekerja selama berjam-jam.
1. Produktivitas berkurang
Sebuah penelitian menyatakan bahwa peserta yang bekerja selama 40 jam dan menambahkan 20 jam lagi ke jadwal mereka mencatat peningkatan produktivitas selama beberapa minggu pertama.
Namun, setelah itu mulai mengalami hal negatif dan tingkat produktivitas turun ke tingkat yang sangat rendah. Ini membuktikan bahwa orang akan menghadapi tingkat produktivitas yang rendah jika mereka terus bekerja lebih lama dari yang dibutuhkan.
2. Kerusakan Kesehatan
Kesehatan orang-orang mulai memburuk setelah kelelahan akibat kerja berlebihan. Kamu mungkin merasa sangat mengantuk, lelah, stres, mengalami sakit kepala, dan bahkan merasa jengkel pada hal-hal kecil. Jika ini tidak ditangani, produktivitas kerja akan memburuk dan tentunya membahayakan hidupmu.
3. Tidak ada kehidupan sosial
Terlalu banyak pekerjaan membuat kamu sering mengabaikan kehidupan sosial. Alhasil, menyebabkan keretakan dalam hubungan dan keluarga kamu menderita karena ketidakmampuanmu untuk memberi mereka waktu.
Meskipun mencapai keseimbangan kehidupan kerja yang baik itu sulit, itu seharusnya tidak dapat dicapai. Menyinggung waktu untuk keluarga Anda sama pentingnya, dibandingkan dengan pekerjaan Anda.
4. Rawan kecelakaan
Ketika kamu stres dan lelah, kamu cenderung melakukan hal-hal yang salah. Tetapi yang lebih berbahaya adalah keselamatan yang menjadi ancaman.
Kamu lebih rentan terhadap kecelakaan dan cedera karena tidak berada di puncak kapasitas mental. Kamu tidak boleh mengabaikan kemungkinan ini. Lebih baik aman daripada menyesal.
5. Serangan jantung dan kerusakan otak
Laporan menunjukkan bahwa kemungkinan serangan jantung meningkat sebesar 67 persen bagi mereka yang cenderung bekerja lebih dari 40-45 jam. Tekanan ekstra berdampak buruk pada jantung dan juga otak. Faktor-faktor lain seperti tekanan darah, migrain, hingga diabetes.
6. Obesitas
Waktu yang kamu habiskan untuk bekerja dapat memengaruhi fungsi yang lain di siang hari seperti berjalan, berolahraga, memasak, dan tidur yang merupakan faktor risiko utama obesitas.
Sambil duduk di sofa selama berjam-jam, kamu juga cenderung mengunyah junk food untuk mendapatkan kenyamanan dan itu merupakan faktor penyebab kenaikan berat badan yang ekstrem.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
OJK mencatat pembiayaan investasi multifinance turun 5,33% menjadi Rp167,89 triliun pada semester I/2026.
Donny Damara dan Dimas Aditya mengungkap tantangan syuting film Munafik Indonesia, termasuk mantra Jawa kuno dan bacaan Al Quran.
Presiden Prabowo menyebut digitalisasi bansos telah berjalan di 153 kabupaten/kota dan menjangkau lebih dari 3 juta keluarga.
Mensesneg Prasetyo Hadi memastikan pemerintah bergerak cepat menangani dampak gempa M7,7 di NTT dan menyiapkan bantuan.
Kecelakaan maut terjadi di Jalan Jogja-Wates, Bantul, Sabtu pagi. Dua pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah tertabrak bus.
Suzuki mulai menyerahkan XL7 terbaru kepada konsumen. Pesanan mencapai lebih dari 1.300 unit dalam 16 hari sejak diluncurkan.