Wamen Rangkap Jabatan Komisaris BUMN Langgar Putusan MK dan Berpotensi Korupsi
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD menilai wakil menteri yang merangkap sebagai komisaris BUMN melanggar putusan MK
Nia Ramadhani/Instagram @ramadhaniabakrie
Harianjogja.com, JAKARTA - Tersangka Nia Ramadhani minta maaf kepada para penggemar dan keluarganya serta siap menjalani semua proses hukum yang menjerat dirinya.
Pemain film Suster Ngesot itu mengaku salah atas perbuatannya menggunakan narkotika jenis sabu bersama suaminya Ardi Bakrie dan sopirnya berinisial ZN.
Menantu Aburizal Bakrie itu berharap masyarakat membukakan pintu maaf untuk dirinya yang sudah khilaf menggunakan narkotika jenis sabu.
"Saya Nia Ramadhani mengakui bahwa yang saya lakukan bukan perbuatan terpuji dan saya tidak memberikan contoh baik kepada orang-orang di sekitar saya. Saya mohon dibukakan pintu maaf," tuturnya sembari terisak-isak, Sabtu (10/7/2021).
Pemain film Bawang Merah Bawang Putih tersebut juga memastikan, bahwa pihaknya akan kooperatif terhadap tim penyidik Polres Metro Jakarta Pusat, dan mengikuti seluruh proses hukum yang tengah menjerat dirinya sebagai tersangka kasus narkoba.
"Sebagai WNI, saya akan kooperatif dan mengikuti proses hukum yang berjalan. Saya ucapkan terima kasih juga untuk semua doa dan dukungan kepada saya, wassalammualaikum," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD menilai wakil menteri yang merangkap sebagai komisaris BUMN melanggar putusan MK
Menlu RI kecam Israel usai cegat kapal kemanusiaan, 9 WNI berhasil dipulangkan ke Indonesia.
Simak jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 lengkap dengan niat, tata cara, dan keutamaannya menjelang Iduladha.
PLN pastikan listrik Sumatra pulih bertahap usai gangguan transmisi, 176 gardu induk kembali normal.
Selat Solo jadi alternatif olahan daging kurban yang unik. Perpaduan Jawa-Belanda, lezat, dan makin populer saat Idul Adha.
Kelangkaan solar subsidi di luar Jawa picu antrean panjang dan lonjakan biaya logistik jelang Iduladha 2026.