Pertamina Hulu Genjot Produksi Migas dan Bisnis Rendah Karbon
Pertamina Hulu Energi memperkuat ketahanan energi nasional lewat strategi dual growth dengan pengembangan migas dan bisnis rendah karbon.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Tes berjalan di tangga dapat menjadi indikator kesehatan jantung seseorang. Temuan tersebut berdasarkan sebuah studi baru oleh European Society of Cardiology (ESC) yang dipresentasikan di Kongres ESC pada pertengahan Desember.
Penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit Universitas A Coruña, Spanyol, mengukur Metabolic Equivalent (MET) yang dikeluarkan pasien setelah menaiki 60 anak tangga.
MET merupakan satuan estimasi energi yang dikeluarkan dari setiap melakukan suatu aktivitas. Energi yang dikeluarkan diukur dengan seberapa banyak oksigen yang dibutuhkan tubuh untuk menyelesaikan suatu tugas.
Orang yang mencapai 10 MET dalam tes dapat menyelesaikan ujian menaiki tangga dalam waktu sekitar 45 detik. Sementara mereka yang kurang dari 8 MET membutuhkan waktu lebih dari semenit.
Dilansir dari Verywell Health, simpulan dari studi ini adalah semakin lama waktu yang dibutuhkan seseorang untuk menaiki tangga, semakin serius kondisi jantungnya.
Menurut Martha Gulati, MD, pemimpin redaksi CardioSmart, program keterlibatan pasien American College of Cardiologist, pada dasarnya ada kolerasi yang kuat antara kebugaran fisik dan kesehatan jantung.
"Kita memperkirakan kebugaran seseorang dengan banyak cara berbeda. Seseorang dapat memberi tahu Anda, \'saya bisa naik tangga tanpa masalah\', kemudian kita meminta mereka mengatur waktu [untuk mengujinya] dan menggunakan hasilnya untuk memprediksi tingkat kebugaran mereka," tuturnya.
Biasanya, tes ini dilakukan karena seseorang sudah mengalami masalah seperti sesak napas atau nyeri dada.
"Ini adalah prediktor yang bagus untuk masa depan. Kita tahu ini bukan hanya dari penyebab kardiovaskular, tetapi semua penyebab," lanjutnya.
Menurut Gulati, kebugaran berhubungan dengan hal-hal lain juga, seperti bertahan hidup dari kanker, atau bebas dari kematian akibat kanker.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Pertamina Hulu Energi memperkuat ketahanan energi nasional lewat strategi dual growth dengan pengembangan migas dan bisnis rendah karbon.
Simak jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 lengkap dengan niat, tata cara, dan keutamaannya menjelang Iduladha.
PLN pastikan listrik Sumatra pulih bertahap usai gangguan transmisi, 176 gardu induk kembali normal.
Selat Solo jadi alternatif olahan daging kurban yang unik. Perpaduan Jawa-Belanda, lezat, dan makin populer saat Idul Adha.
Kelangkaan solar subsidi di luar Jawa picu antrean panjang dan lonjakan biaya logistik jelang Iduladha 2026.
Masjid Sheikh Zayed Solo gelar Iduladha 2026 dengan 50 sapi kurban dan Festival Bulan Haji. Ada pasar gratis hingga nikah massal.