Viral Isu Penembakan Ajudan Febrie Adriansyah, Polisi Sebut Hoaks
Polda Metro Jaya memastikan kabar ajudan Febrie Adriansyah tewas ditembak merupakan hoaks. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian Sutrimo.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Tes berjalan di tangga dapat menjadi indikator kesehatan jantung seseorang. Temuan tersebut berdasarkan sebuah studi baru oleh European Society of Cardiology (ESC) yang dipresentasikan di Kongres ESC pada pertengahan Desember.
Penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit Universitas A Coruña, Spanyol, mengukur Metabolic Equivalent (MET) yang dikeluarkan pasien setelah menaiki 60 anak tangga.
MET merupakan satuan estimasi energi yang dikeluarkan dari setiap melakukan suatu aktivitas. Energi yang dikeluarkan diukur dengan seberapa banyak oksigen yang dibutuhkan tubuh untuk menyelesaikan suatu tugas.
Orang yang mencapai 10 MET dalam tes dapat menyelesaikan ujian menaiki tangga dalam waktu sekitar 45 detik. Sementara mereka yang kurang dari 8 MET membutuhkan waktu lebih dari semenit.
Dilansir dari Verywell Health, simpulan dari studi ini adalah semakin lama waktu yang dibutuhkan seseorang untuk menaiki tangga, semakin serius kondisi jantungnya.
Menurut Martha Gulati, MD, pemimpin redaksi CardioSmart, program keterlibatan pasien American College of Cardiologist, pada dasarnya ada kolerasi yang kuat antara kebugaran fisik dan kesehatan jantung.
"Kita memperkirakan kebugaran seseorang dengan banyak cara berbeda. Seseorang dapat memberi tahu Anda, \'saya bisa naik tangga tanpa masalah\', kemudian kita meminta mereka mengatur waktu [untuk mengujinya] dan menggunakan hasilnya untuk memprediksi tingkat kebugaran mereka," tuturnya.
Biasanya, tes ini dilakukan karena seseorang sudah mengalami masalah seperti sesak napas atau nyeri dada.
"Ini adalah prediktor yang bagus untuk masa depan. Kita tahu ini bukan hanya dari penyebab kardiovaskular, tetapi semua penyebab," lanjutnya.
Menurut Gulati, kebugaran berhubungan dengan hal-hal lain juga, seperti bertahan hidup dari kanker, atau bebas dari kematian akibat kanker.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Polda Metro Jaya memastikan kabar ajudan Febrie Adriansyah tewas ditembak merupakan hoaks. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian Sutrimo.
Wamendagri Bima Arya menyatakan pemerintah belum membahas usulan kewarganegaraan ganda dan masih mengkaji aspek hukum serta data pendukung.
PSS Sleman memastikan seluruh pemain asing telah tiba dan menjalani MCU. Manajemen kini menuntaskan administrasi sebelum peluncuran tim.
Presiden Prabowo akan meresmikan program listrik desa sebelum 14 Agustus 2026. Sebanyak 1.400 desa telah tersambung listrik sepanjang 2025.
Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum menerima arahan Presiden Prabowo terkait bursa calon Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri.
Kebakaran Pasar Sidoharjo Bayat Klaten menghanguskan dagangan pedagang. Pemkab Klaten menyiapkan solusi agar pedagang segera berjualan kembali.