UMY Tolak Bangun Dapur MBG di Kampus, Pilih Skema Akademik
UMY menolak pembangunan dapur MBG di kampus dan memilih mendukung program melalui riset dosen serta magang mahasiswa.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA- Anak-anak seringkali susah mandi. Orang tua pun melakukan beragam cara untuk membujuknya. Salah satunya adalah membawa mainan karet dan turut dicemplungkan ke bak mandi. Namun kebiasaan itu ternyata bisa menyebabkan timbunan bakteri dan kuman pada mainan karet tersebut.
Seorang ahli mikrobiologi mengungkapkan ada bahaya tersembunyi dari mainan mandi seperti bebek karet. Mainan tersebut bisa jadi sarang bagi bakteri dalam jumlah besar.
Dokter dari Melbourne, Cameron Jones, memotong bebek mainan menjadi dua dan menemukan adanya cairan gelap dan berjamur yang menempel di dalamnya. Ia menyampaikan bahwa jamur, ragi, dan bakteri yang tersembunyi di dalamnya dapat menyebabkan infeksi mata, telinga dan kulit, alergi, muntah, diare juga kondisi serius lainnya.
Baca juga: Benarkah Memakai Masker Dobel Lebih Efektif Cegah Virus Covid-19?
Salah satunya yang menumpuk merupakan zat biofilm, kumpulan mikroorganisme berbeda seperti bakteri dan jamur yang menempel satu sama lain dan membentuk zat berlendir untuk membantu mereka bertahan hidup dan berkembang biak.
"Dalam suhu mandi yang hangat menjadi lingkungan ideal untuk biofilm berkembang," kata Dr Jones dikutip dari Metro.
Baca juga: Ini yang Perlu Disiapkan Saat Memulai Hobi Merawat Tanaman Hias
Dr Jones mengatakan, penelitian telah menemukan bahwa 70 persen mainan mandi mengandung biofilm hitam berlendir yang sama, dan itu berpotensi sangat berbahaya. Ia menambahkan bahwa air bisa masuk ke dalam mainan jika ada lubang yang terbuka.
Oleh karena itu, Dr Jones menyarankan menutup lubang pada mainan karet untuk mencegah kelembapan masuk ke dalam mainan.
"Tetap waspada dan biasakan keringkan mainan setelah digunakan. Merebusnya kemudian menggunakan produk disinfektan akan membantu memastikannya tetap bersih dan aman," saran Dr Jones.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
UMY menolak pembangunan dapur MBG di kampus dan memilih mendukung program melalui riset dosen serta magang mahasiswa.
Pemerintah segera terbitkan aturan baru e-commerce yang mengatur transparansi biaya marketplace dan perlindungan UMKM serta seller.
Kemnaker membuka pendaftaran Bantuan TKM Pemula 2026 dengan dana Rp5 juta untuk mendukung usaha mandiri masyarakat.
Pria di Pacitan menjadi korban penyiraman cairan kimia saat hendak ke pasar. Korban mengalami luka bakar dan dirujuk ke rumah sakit.
Konsultan keuangan Elvi Diana meminta OJK memperketat screening dan edukasi publik guna mencegah maraknya investasi ilegal.
Imigrasi YIA menggagalkan keberangkatan tiga pria diduga calon haji non-prosedural menuju Singapura melalui Bandara YIA.