Blackout Karimun Belum Pulih, Warga Sewa Hotel demi Bekerja
Pemadaman listrik di Karimun belum sepenuhnya pulih. Warga menyewa hotel demi bekerja, sementara PLN mempercepat pemulihan sistem.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA--Hamil dan melahirkan duduga berpengaruh pada proses penuaan.
Sebuah studi baru yang dipimpin oleh para peneliti Penn State menemukan bahwa berapa kali seseorang melahirkan dapat memengaruhi proses penuaan fisik tubuh. Namun, efek ini ditemukan hanya setelah seseorang mengalami menopause.
"Temuan kami menunjukkan bahwa kehamilan dan kelahiran dapat berkontribusi pada perubahan dan disregulasi beberapa sistem fisiologis berbeda yang dapat memengaruhi penuaan setelah seseorang menopause," kata Talia Shirazi, kandidat doktor dalam antropologi biologi di Penn State seperti yang dikutip dari Medical Xpress.
"Ini sesuai dengan perubahan metabolik, imunologis dan endokrinologis yang terjadi dalam tubuh selama kehamilan dan menyusui, serta berbagai risiko penyakit yang terkait dengan kehamilan dan investasi reproduksi secara umum," imbuhnya.
Penelitian tersebut telah diterbitkan pada Scientific Reports.
Menurut para peneliti, kehamilan dan menyusui menggunakan sejumlah besar energi tubuh dan dapat memengaruhi banyak sistem, termasuk fungsi kekebalan, metabolisme, dan tekanan darah. Selain itu, orang yang melahirkan lebih mungkin meninggal karena diabetes, penyakit ginjal, dan hipertensi, dibandingkan dengan mereka yang tidak melahirkan.
"Kami pikir ada sesuatu yang terjadi, semacam pertukaran antara penuaan dan reproduksi," kata Shirazi.
"Ini masuk akal dari sudut pandang biologi evolusi karena jika Anda menghabiskan energi untuk kehamilan dan menyusui, Anda mungkin tidak memiliki banyak energi untuk dialokasikan untuk hal-hal seperti pemeliharaan dan pertahanan fisiologis," imbuhnya.
Untuk penelitian tersebut, para peneliti menggunakan data pada 4.418 peserta dari Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit. Data mencakup informasi tentang kesehatan reproduksi termasuk jumlah kelahiran hidup dan apakah mereka sudah mengalami menopause atau tidak.
Para peneliti mengukur penuaan biologis dengan beberapa cara berdasarkan sembilan penanda biologis yang dirancang untuk menilai kesehatan metabolik, fungsi ginjal dan hati, anemia dan gangguan sel darah merah, serta fungsi kekebalan dan peradangan.
Shirazi mengatakan satu penjelasan yang mungkin untuk temuan tersebut adalah ada atau tidaknya hormon ovarium pada orang pasca menopause.
"Penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa secara umum, hormon ovarium bersifat protektif terhadap beberapa proses tingkat sel yang dapat mempercepat penuaan," kata Shirazi.
"Jadi mungkin saja pada wanita pra-menopause, efek hormon menahan potensi efek negatif kehamilan dan reproduksi pada percepatan usia biologis. Dan kemudian mungkin ketika hormon hilang, efeknya bisa muncul dengan sendirinya," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Pemadaman listrik di Karimun belum sepenuhnya pulih. Warga menyewa hotel demi bekerja, sementara PLN mempercepat pemulihan sistem.
Harga emas Antam di Pegadaian naik Rp10.000 per gram pada Selasa 28 Juli 2026. Emas 1 gram kini dijual Rp2.727.000 dengan buyback Rp2.426.000.
Thom Haye tampil gemilang dengan tiga assist saat Timnas Indonesia mengalahkan Kamboja 5-1 pada laga perdana Piala AFF 2026. Ia kini memimpin daftar top assist
China perketat ekspor teknologi AI dan semikonduktor, ikuti langkah AS. Kebijakan ini berpotensi mempengaruhi rantai pasok dan harga gadget di Indonesia
JLR mengonfirmasi Land Rover Discovery Sport akan berhenti diproduksi pada Desember 2026 setelah 11 tahun beredar. Regulasi baru Uni Eropa dan penurunan penjual
Elon Musk mengaku terlalu jauh terjun ke dunia politik saat memimpin DOGE. Pengakuan itu disampaikan dalam wawancara terbaru bersama The Economist.