Sabet 8 Medali Kejurnas, 5 Atlet Anggar Sleman Siap ke Pentas Asia
Berbekal delapan medali di dua kejurnas anggar yang diadakan PB Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB Ikasi) 2025, lima atlet Sleman siap menuju ke pentas Asia.
Diskusi panel di hari pertama penyelenggaraan JFFE 2020, Selasa (17/11/2020).-Harian Jogja/Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Jogja Festivals Forum And Expo (JFFE) 2020 hari pertama digelar dengan memadukan acara luring dan daring di Pendopo Royal Ambarrukmo dan www.jogfestforumexpo.com, Selasa (17/11/2020).
Ada sedikitnya 70 festival se-ASEAN yang diundang dalam perhelatan yang berlangsung selama empat hari mulai 17 sampai 20 November 2020 ini. JFFE diinisiasi pertama kali pada 2019 oleh Jogja Festivals.
Jogja Festivals berdiri pada 21 September 2014 dan diresmikan pada 9 Maret 2017 oleh 15 festival yang aktif berpartisipasi dalam proses kreatif di Indonesia. Sampai saat ini Jogja Festivals telah memberikan berbagai kontribusi nyata terhadap pertumbuhan minat kunjungan festival sebagai salah satu aktivitas sosial yang berimbas pada pertumbuhan dampak penyelenggaraan festival dalam ragam perspektif sosial, ekonomi, infrastruktur, pendidikan, seni, dan kebudayaan.
“JFFE 2020 memasukkan agenda strategis festival dalam perhelatan ini sebab kami [Jogja Festivals] merasa perlu membangun komunikasi dengan pemangku kepentingan,” ujar Heri Pemad, Jogja Festivals Chairman, dalam pembukaan JFFE 2020, Selasa.
Dia menilai JFFE 2020 menjadi forum solidaritas festival di ASEAN untuk menemukan solusi dan menjadi inspirasi di tengah ketidakpastian dan keterbatasan di tengah pandemi Covid-19. Melalui kegiatan ini, JFFE 2020 ingin mengajak semua pemangku kepentingan berpikir perihal kelangsungan festival di masa pandemi dan pascapandemi.
ASEAN menjadi agenda dalam JFFE 2020 tidak lepas dari fakta adanya sejumlah festival di Jogja kerap dijadikan pusat studi banding untuk sektor ekonomi kreatif oleh pemerintah dari berbagai negara anggota ASEAN. Sederet festival yang dimaksud, antara lain, Biennale, Festival Film Dokumenter, Asia Tri Jogja, Jogja-Netpac Asian Film Festival, Artjog, Pesta Boneka, Ngayogjazz dan Kustomfest.
Penasihat Jogja Festivals, KPH Purbodiningrat, mengatakan JFFE 2020 yang digelar dalam adaptasi kebiasaan baru justru menjawab tantangan situasi sosial dan ekonomi festival saat ini.
Terganggunya mobilitas fisik antarwilayah berdampak pada ketidakhadiran peserta festival dari kota atau negara lain secara fisik. Meskipun demikian, kemajuan teknologi memungkinkan terjadinya pelibatan peserta festival yang lebih luas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berbekal delapan medali di dua kejurnas anggar yang diadakan PB Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB Ikasi) 2025, lima atlet Sleman siap menuju ke pentas Asia.
Alex Marquez menang sprint race MotoGP Catalunya 2026 usai mengalahkan Pedro Acosta dengan selisih tipis 0,041 detik.
Suzuki Burgman 150 resmi meluncur dengan fitur TCS, ABS dual-channel, dan panel TFT untuk menantang Honda PCX serta Yamaha NMAX.
Meta menghadapi protes internal setelah program pengawasan karyawan untuk pengembangan AI dinilai melanggar privasi pekerja.
Netflix mengumumkan tur konser global Huntr/x dari film K-Pop Demon Hunters bersama promotor AEG Presents.
Al Nassr gagal juara ACL2 seusai kalah 0-1 dari Gamba Osaka. Cristiano Ronaldo jadi sorotan karena walk out dan tak mau menerima medali runner-up.