Kebakaran TPA Jatibarang Semarang Meluas 10 Hektare
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang berdampak pada 10 hektare lahan. Sebanyak 11 truk pemadam dan alat berat dikerahkan.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Salah satu cara menurunkan berat badan yang biasa dilakukan sebagian orang adalah diet keto atau diet rendah karbohidrat.
Namun bagi sebagian orang yang telah mencobanya, diet itu bukan sekadar menurunkan berat badan tetapi juga memberi manfaat lain. Salah satunya, berdasarkan penelitian terbaru, adalah meningkatkan jumlah sperma dan gairah seksual pada pria gemuk.
Penelitian itu dilakukan oleh Universitas de Sao Paulo, Brasil, dan telah dipresentasikan dalam Kongres Obesitas Eropa dan Internal 2020. Para peneliti mengamati dua pria gemuk yang melakukan program mirip dengan diet keto. Hasilnya bahwa ada peningkatan yang signifikan dalam jumlah dan kualitas sperma mereka.
Dalam kasus pertama, berat badan peserta turun sekitar 27 kilogram dalam tiga bulan setelah mengikuti diet keto. Persentase lemak tubuhnya turun dari 42 persen menjadi 34 persen. Sedangkan kualitas sperma meningkat hampir 100 persen berdasarkan persentase sperma motil dalam sampel uji. Kadar testosteron juga meningkat lebih dari dua kali lipat.
Peserta kedua kehilangan sekitar 9 kilogram berat tubuhnya dalam waktu tiga bulan dan persentase lemak tubuhnya turun dari 26 persen menjadi 21 persen. Kualitas sperma juga meningkat dan jumlahnya secara drastis menjadi lebih dari 100 juta lebih, diuji dalam sampel tes akhir. Tetapi, secara mengejutkan kadar testosteron pasien sedikit menurun.
Para peserta mengikuti rencana diet yang disebut Pronokal, metode penurunan berat badan komersial yang diluncurkan di Spanyol pada 2004. Rencana diet itu berbeda dari keto tradisional. Bukan hanya sekadar diet rendah karbohidrat atau mengonsumsi karbohidrat kurang dari 50 gram sehari, tetapi juga membatasi asupan kalori hanya 800 per hari.
Meskipun penelitian ini berskala sangat kecil, ada bukti yang mendukung anggapan bahwa diet rendah karbohidrat dapat bermanfaat bagi kesehatan seksual dan peningkatan asupan lemak dapat mendukung tingkat sperma yang sehat.
Studi yang lebih lama juga menghubungkan tingkat asupan lemak makanan yang lebih tinggi dengan peningkatan risiko testosteron.
Walau begitu, perlu diingat bahwa diet yang sangat ketat dapat menimbulkan efek samping, terutama dalam jangka panjang. Kabar baiknya, seseorang tidak harus mengikuti diet yang sangat keras untuk meningkatkan kesehatan seksual.
Bisa dilakukan dengan melakukan perubahan pola makan yang sehat dalam pola makan rutin. Penelitian lain menemukan bahwa mengonsumsi makanan olahan bisa menurunkan jumlah sperma yang buruk. Sementara makan lebih banyak ikan dan sayuran bisa tingkatkan jumlah sperma yang lebih baik, dorongan seks yang meningkat, dan fungsi seksual yang lebih baik secara keseluruhan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang berdampak pada 10 hektare lahan. Sebanyak 11 truk pemadam dan alat berat dikerahkan.
DPRD Kulonprogo menyoroti kendaraan ODOL dan aktivitas pertambangan yang dinilai berdampak pada kerusakan serta usia pakai jalan.
Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman digelar dua hari di Kulonprogo, mempertemukan 25 stan dan stakeholder pertanian DIY.
Pengajuan pengunduran diri Dukuh Krapyak Wetan, Bantul, belum memenuhi syarat. Pemkab menyebut hasil klarifikasi tak menemukan unsur tuduhan.
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.
Bank Mandiri membayarkan dividen interim Rp6,16 triliun bertepatan HUT ke-28. Total dividen sepanjang kalender 2026 mencapai Rp50,63 triliun.