Sebelum Naik Haji, Muslim India Harus Sudah Divaksinasi
CEO Komite Haji India Maqsood Ahmed Khan mengumumkan kebijakan tersebut mengikuti arahan terbaru dari konsulat jenderal India di Jeddah dan Kementerian Kesehatan Arab Saudi.
Pencegah penularan virus corona melalui mencuci tangan yang benar./instagram
Harianjogja.com, JAKARTA - Masa pandemi Covid-19 membuat banyak orang harus tinggal di rumah untuk mengurangi paparan virus Corona.
Meskipun saat ini lebih banyak negara perlahan mulai melonggarkan karantinanya, meninggalkan rumah berarti memiliki risiko terpapar dan terinfeksi Covid-19, setidaknya untuk sementara waktu.
Tentu saja, tidak banyak yang dapat Anda lakukan ketika terkena virus, tetapi ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk meminimalkan risiko membawanya ke ruang aman Anda.
Menurut Purvi Parikh, seorang ahli imunologi dan alergi dengan Alergi & Jaringan Asma, cara terbaik untuk melakukan ini adalah mengembangkan ritual yang sudah mapan.
Jika Anda harus berkelana ke luar, apakah itu untuk belanja kebutuhan sehari-hari, perjalanan kerja, atau bahkan sedikit udara segar, berikut adalah beberapa langkah pencegahan ketika kembali ke rumah:
1. Gunakan pembuka pintu
Selain pembersih tangan, yang seharusnya menjadi barang penting baru di dompet Anda, tambahkan gantungan kunci dan pembuka pintu non-kontak.
Titik stylus dapat digunakan untuk menekan tombol pada bantalan pin, elevator, dan saklar lampu, dan kait menawarkan cara yang lebih baik untuk membuka pintu tanpa harus menyentuh permukaan kuman.
2. Tinggalkan sepatu dan tas Anda di depan pintu
Parikh menuturkan langkah nomor satu yang harus Anda lakukan ketika kembali ke rumah adalah menjaga sepatu Anda di luar dan tas Anda di pintu, dan jangan lupa gunakan disinfektan.
Penggunaan disinfektan dapat merusak kulit, sehingga dia merekomendasikan untuk beralih menggunakan tas berbahan kanvas pada saat ini.
Dengan begitu, Anda dapat dengan mudah mencuci atau mengelapnya di rumah dan tidak perlu khawatir dengan kantong plastik dan kertas dari toko bahan makanan.
3. Cuci masker wajah Anda atau masukkan ke dalam tas
Menurut CDC, Anda harus mencuci masker wajah setelah digunakan. Anda harus selalu menganggap bahwa masker wajah Anda telah terbuka, jadi berhati-hatilah saat memegangnya.
“Masker kain harus dicuci Anda setelah setiap kali digunakan, jadi saya sarankan membawa mereka ke ruang cuci segera," kata Parikh.
"Masker bedah atau N-95 tidak boleh dicuci, tapi itu lebih baik jika masker itu dibiarkan setidaknya selama 72 jam sebelum digunakan kembali setelah didisinfektan. Jika masker wajah Anda masih dalam kondisi baik, simpan di dalam kantong kertas jauh dari barang-barang lainnya," tambahnya.
4. Disinfektan ponsel, kunci, dan barang-barang lain yang Anda bawa
Bersihkan apa pun yang Anda bawa dengan saksama, termasuk ponsel, kunci, dan botol air, dengan tisu atau sabun dan air desinfektan.
“Desinfektan yang baik harus setidaknya 60 hingga 70 persen konsentrasi alkohol atau lebih tinggi,” kata Parikh.
"Jika Anda tidak memiliki cukup tisu, campuran deterjen dan air juga efektif," tambahnya.
Jangan lupa untuk mengelap kacamata Anda juga jika Anda memakainya.
5. Lempar pakaian Anda ke dalam cucian
Seperti masker, rencanakan untuk mencuci pakaian Anda setiap habis dipakai. Ini tidak berarti Anda harus menjalankan binatu setiap hari, tetapi simpan pakaian yang Anda kenakan bersama di dalam tas cucian terpisah (jauh dari pakaian lain) sampai siklus cuci berikutnya.
6.Cuci tangan Anda dan mandi jika bisa
Mandi setelah keluar dari rumah akan membantu memastikan bahwa tubuh Anda sepenuhnya didesinfeksi.
Paling tidak, cuci tangan Anda dengan sabun dan air selama setidaknya 20 detik setelah Anda berada di tempat umum, atau setelah meniup hidung, batuk, atau bersin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
CEO Komite Haji India Maqsood Ahmed Khan mengumumkan kebijakan tersebut mengikuti arahan terbaru dari konsulat jenderal India di Jeddah dan Kementerian Kesehatan Arab Saudi.
Pria di Pacitan menjadi korban penyiraman cairan kimia saat hendak ke pasar. Korban mengalami luka bakar dan dirujuk ke rumah sakit.
Konsultan keuangan Elvi Diana meminta OJK memperketat screening dan edukasi publik guna mencegah maraknya investasi ilegal.
Imigrasi YIA menggagalkan keberangkatan tiga pria diduga calon haji non-prosedural menuju Singapura melalui Bandara YIA.
Kapolda Metro Jaya Asep Edi Suheri resmi naik pangkat menjadi Komjen. Kapolri menyebut kebijakan itu tindak lanjut arahan Presiden Prabowo.
Harga cabai rawit merah di Gunungkidul kembali naik hingga Rp80.000 per kilogram dipicu meningkatnya permintaan jelang rasulan.