Aksi Teatrikal Warnai Peringatan 30 Tahun Kudatuli di Kantor PDIP
PDIP memperingati 30 tahun Kudatuli dengan aksi teatrikal, ritual adat, dan pembacaan puisi di Gedung DPP PDIP di Jakarta.
Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA-- Saat ini, kegiatan bersepeda sedang marak dilakukan masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Kegiatan ini dilakukan bersama rekan maupun keluarga. Ada pula yang melakukannya sendiri.
Karena pandemi Covid-19 masih berlangsung, ada pesepeda yang mengenakan masker saat bersepeda. Namun, ada pula yang tidak.
Nah, ada hal yang harus diperhatikan ketika bersepeda guna menghindari persebaran Covid-19. Salah satunya adalah dengan mengenakan masker.
Baca juga: Cara Sederhana agar Tetap Sehat Hadapi New Normal
Apakah semua jenis masker dapat digunakan untuk bersepeda? Menanggapi hal tersebut, Dokter Spesialis Paru Agus Dwi Susanto mengatakan, jenis masker yang aman digunakan untuk bersepeda adalah masker kain.
Sementara itu, jenis masker medis atau N95 tidak direkomendasikan untuk bersepeda, karena filter pada masker tersebut lebih tebal sehingga udara lebih sulit masuk. Masker medis atau N95 hanya direkomendasikan untuk para tenaga medis di rumah sakit karena risiko penularannya lebih tinggi.
"Kalau mau bersepeda, gunakan masker kain, itu pun yang longgar. Jangan mengenakan masker kain yang sempit agar tetap leluasa bernapas," ujar Agus.
Baca juga: Corona Berefek Jangka Panjang, Meski Sembuh Paru-Paru dan Otak Berpotensi Rusak
Selain itu, lanjut Agus, bersepedalah dengan intensitas ringan hingga sedang. Jangan terpacu oleh kecepatan yang pada akhirnya meningkatkan detak jantung.
"Di masa pandemi ini, tujuan kita berolahraga kan supaya tetap bugar agar tidak mudah terserang penyakit. Jika tubuh ingin bugar berolahragalah dengan intensitas rendah hingga sedang. Karena saat ini kita olahraga pakai masker, jadi ya bersepeda santai saja supaya ritme bernapasnya normal," pungkasnya.
Berita ini telah tayang di Okezone dengan judul: Bahaya Penggunaan Masker Medis untuk Pesepeda
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
PDIP memperingati 30 tahun Kudatuli dengan aksi teatrikal, ritual adat, dan pembacaan puisi di Gedung DPP PDIP di Jakarta.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.
Samsung Galaxy Watch Ultra2 hadir dengan fitur kesehatan berbasis AI untuk trail running, diving, dan pemantauan kebugaran harian.
Fenomena upwelling di Waduk Kedung Ombo Boyolali menyebabkan 10 ton ikan mati dan kerugian petani KJA mencapai Rp247 juta.