2.000 Warga Magelang Tebus Sembako Murah dari PSMTI
Sebanyak 2.000 warga Magelang menebus sembako murah dari PSMTI. Program sosial ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
Sujiwo Tejo. /Antara
Harianjogja.com, JOGJA-- Istilah tak sengaja saat ini menjadi viral baik di kehidupan nyata maupun media sosial. Istilah ini muncul dari persidangan kasus penyiraman air keras kepada mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.
Dua terdakwa, Rahmat Kadir Mahulette dan Rony Bugis, dituntut hukuman satu tahun penjara oleh jaksa penuntut umum dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Kamis (11/6/2020) kemarin.
Dalam pertimbangan surat tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum, jaksa menyebut kedua terdakwa tidak sengaja menyiramkan air keras ke bagian wajah Novel. Menurut jaksa, kedua terdakwa hanya ingin menyiramkan cairan keras ke badan Novel.
Alasan itu langsung mendapat tanggapan dari publik. Publik ramai-ramai menumpahkan kekesalannya pada jaksa yang menyebut tindakan pelaku itu tak sengaja padahal telah membuat mata kiri Novel Bawedan menjadi buta akibat siraman air keras itu.
Kata tak sengaja dan ga sengaja menjadi trending dalam dua hari terakhir. Salah satu yang ikut berkomentar adalah budayawan Sujiwo Tedjo. Uniknya, ia mengingatkan istilah itu yang jika diartikan dalam Bahasa Jawa, maka maknanya adalah sebaliknya. Ia mengungkapkan bahwa tak sengaja jika itu Bahasa Jawa, maka artinya saya sengaja.
"Tak sengaja” itu kalau dalam bahasa Jawa artinya “Saya sengaja”" tulisnya dalam akun twitter @sudjiwotedjo, Sabtu (13/6/2020).
Hal itu ia ungkap setelah diingatkan oleh sejumlah penggemarnya yang dinamai Jancukers.
Memang dalam bahasa Jawa, kata tak berarti aku lakukan dengan sengaja.
Dalam sehari, twit itu mendapatkan diretweet oleh 816 dan disukai oleh 1.600 warganet.
Salah satunya akun @SusantoMulyono2 yang menulis "iya juga.. "tak bayari bensin mu" = "saya bayarin bensin km".
"Tak otak atik matuk" tulis akun @forgetthink_.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 2.000 warga Magelang menebus sembako murah dari PSMTI. Program sosial ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
Prabowo membahas tiga bantuan Kuartal IV 2026, mulai beras 10 kg, pembukaan rekening hingga subsidi upah Rp300.000 per bulan.
Danantara mengungkap rencana kepemilikan 5%-10% saham BEI dalam proses demutualisasi. Porsi konsorsium bisa mencapai 30%-40%.
Marc Marquez menghadapi GP Indonesia 2026 dengan bayang-bayang kutukan Mandalika dan persaingan ketat perebutan gelar juara dunia MotoGP.
Warga Villa Banguntapan Asri 3 meminta kolam koi ditutup dan menagih tindak lanjut Satpol PP Bantul atas rekomendasi OPD.
Askab PSSI Sleman, PSS Sleman, dan Carrick Rangers FC menggagas Global Pathway untuk membuka peluang pemain muda berlatih di Eropa.