Korban Tewas Akibat Gempa M7,7 NTT Bertambah Jadi 14 Orang
BNPB mencatat 14 orang meninggal akibat gempa M7,7 NTT. Sebanyak 2.000 warga mengungsi dan puluhan rumah mengalami kerusakan.
Ilustrasi tidur/Reuters
Harianjogja.com, JOGJA - Isolasi mandiri di rumah karena wabah Covid-19 bisa menyebabkan orang merasa stres. Stres bisa muncul karena banyak makan, menonton telivisi sepanjang hari dan tidak bergerak.
Kondisi ini tentu bisa meningkatkan berat badan dan memengaruhi kondisi kesehatan yang lain. Oleh karenanya, Shawn Talbott, ahli biokimia yang pernah menulis buku "The Cortisol Connection: Mengapa Stres Membuat Anda Gemuk dan Merusak Kesehatan Anda" ini memberi sarannya.
Menurut Shawn, masa seperti ini adalah waktu terburuk untuk menerapkan hidup sehat, seperti diet sehat, olahraga dan banyak istirahat. Karena, hidup di tengah pandemi yang memengaruhi ekonomi bisa menyebabkan stres.
"Stres berada pada titik tertinggi sepanjang masa. Kami tidak tahu kapan pandemi ini akan berakhir, kami tidak tahu kapan karantina akan berakhir, kita tidak tahu apa yang akan terjadi dengan pekerjaan kita. Semua ketidakpastian ini menyebabkan stres," kata Shawn dikutip dari New York Post dilansir Suara.com.
Respons stres itulah yang buruk bagi jiwa Anda, mengganggu metabolisme, merusak sistem kekebalan tubuh, kulit dan jaringan lainnya. Lalu, pinggang atau berat badan akan bertambah akibat stres.
"Lemak perut salah satu jaringan yang berkembang sebagai respons terhadap stres. Kondisi ini juga menempatkan Anda pada risiko penyakit jantung yang lebih tinggi," katanya.
Anda bisa mengatasi permasalahan ini dengan mengatur diet dan pola tidur selama masa isolasi mandiri. Dua langkah ini perlu dilakukan bila Anda jarang bergerak.
Diet
Beberapa nutrisi yang paling efektif dan baik adalah buah dan sayuran. Sebab, buah dan sayuran mengandung banyak serat, membantu mendukung bakteri usus yang sehat dan meningkatkan kekebalan tubuh.
Bakteri usus yang sehat itulah akan melahap kortisol sebelum menyebabkan masalah pada bagian tubuh Anda. Adapun buah-buahan yang memiliki respons anti-stres langsung pada tubuh, yakni kiwi, beri dan jeruk yang tinggi flavonoid.
Selain itu, asam lemak omega 3 juga merupakan cara efektif untuk mengontrol sinyal stres dalam tubuh. Anda bisa mendapatkan asam lemak omega 3 dari ikan berlemak, seperti tuna dan kacang-kacangan.
Pola tidur
Selain konsumsi makanan sehat, menjaga pola tidur yang baik juga kunci menghindari dan mengatasi stres. Jika Anda kurang tidur, kadar kortisol dalam tubuh akan meningkat.
Jika Anda kesulitan tidur, Anda bisa mengonsumsi yogurt dengan granola. Camilan kecil yang lezat ini bisa memodulasi kadar gula darah dan kortisol. Jadi, Anda tidak terlalu stres dan bisa istirahat lebih baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
BNPB mencatat 14 orang meninggal akibat gempa M7,7 NTT. Sebanyak 2.000 warga mengungsi dan puluhan rumah mengalami kerusakan.
Porsche Taycan dikabarkan bakal dihentikan produksinya pada 2030. Laporan media Jerman menyebut manajemen dan dewan pekerja telah sepakat. CEO Michael Leiters b
Slipknot resmi mengumumkan perpisahan dengan Sid Wilson setelah hampir tiga dekade bersama. Alasan keluarnya sang DJ masih menjadi misteri.
Kemkomdigi meminta Google dan Apple menghapus aplikasi Hornet dari Play Store dan App Store di Indonesia karena persoalan kepatuhan aturan PSE dan aduan masyara
Google menghadirkan fitur baru yang memungkinkan pengguna menghapus watermark pada gambar, video, dan musik hasil kreasi AI Gemini.
Korban gempa M7,7 di Nagekeo, NTT bertambah menjadi 38 jiwa. Ribuan warga mengungsi, bandara, pelabuhan, dan fasilitas kesehatan terdampak.