Google Hapus Aplikasi Chrome pada 2028, Ini yang Perlu Diketahui
Google menghentikan dukungan aplikasi Chrome secara bertahap hingga Oktober 2028. Simak jadwal penghentian dan dampaknya bagi pengguna ChromeOS.
Ilustrasi/acnetreatmentshq
Harianjogja.com, JAKARTA - Perundungan atau bully yang lebih difokuskan pada mengejek kondisi tubuh seseorang alias body shaming menjadi istilah yang tengah tren saat ini.
Biasanya, body shaming lebih sering dialami oleh perempuan dan dampaknya cukup besar pada psikis si perempuan tersebut. Mulai dari malu, tidak percaya diri, tertekan, hingga stres berlebihan.
Penampilan memang merupakan hal yang cukup sensitif bagi sebagian besar wanita. Tidak heran bila hampir tak ada satu pun wanita yang ingin mengalami kritikan terhadap penampilan mereka.
Namun, ekspektasi sosial terkait kecantikan wanita yang cenderung berlebihan, terkadang membuat body shaming sulit untuk dihindari. Faktanya, lebih dari separuh wanita Indonesia (62,2%) mengaku pernah menjadi korban body shaming selama hidupnya.
Jika dibandingkan dengan Gen X, wanita-wanita dari kalangan millennial dan Gen Z cenderung lebih banyak mengalami body shaming, yaitu sebesar 67,8% dan 62,2%.
Apa yang menyebabkan terjadinya Body Shaming?
Body shaming memang tidak seharusnya terjadi pada siapapun. Namun sayangnya, ada standar-standar kecantikan yang bilamana tidak terpenuhi oleh seorang wanita, maka ia harus menanggung kritikan pedas terhadap penampilannya tersebut.
Berdasarkan data dari survei yang dilakukan Zap Clinic dalam Zap Beauty Index 2020, ditemukan bahwa hampir separuh wanita Indonesia atau 40,7% mengalami body shaming dengan alasan utama tubuh yang dianggap terlalu berisi.
Sementara itu, sebanyak 36,4% wanita mengalami body shaming karena kulit yang berjerawat.
Sebanyak 28,1% wanita berkata hal tersebut dialami mereka karena bentuk wajah yang tembem. Berbeda dengan Gen X dan Gen Y yang kebanyakan mengalami body shaming karena tubuh yang berisi, masalah utama Gen Z adalah lebih kepada kulit yang berjerawat 42,6%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Google menghentikan dukungan aplikasi Chrome secara bertahap hingga Oktober 2028. Simak jadwal penghentian dan dampaknya bagi pengguna ChromeOS.
Kopdes Merah Putih mulai soft launching Oktober 2026. Sekitar 23 ribu bangunan selesai, 17 ribu KDKMP menjalani verifikasi dan validasi.
Hadiah juara FIFA ASEAN Cup 2026 dikabarkan turun dari US$1 juta menjadi US$650.000. FIFA belum mengonfirmasi perubahan tersebut.
Simak 9 cara menghemat BBM saat berkendara di tengah kemacetan dengan eco-driving, mulai dari menjaga kecepatan hingga mengurangi idling.
Indonesia dan lima negara Asia Tenggara terdampak sengketa lisensi Miss Universe. JKN Universe dan MU East berbeda pandangan soal status delegasi.
Cek jadwal Timnas Indonesia vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026, Jumat 25 September 2026. Simak jam kick-off, stadion, dan siaran langsung.