Tiga Pelaku Pencurian Tower BTS di Banyumas Dibekuk Polisi
Polresta Banyumas menangkap tiga pelaku pencurian aset BTS di dua lokasi dan menduga aksi dilakukan di banyak TKP lain.
Baliho 'Karena di Sleman Semua Jadi Teman/Ist-Detikcom
Harianjogja.com, SLEMAN - Baliho milik Dinas Kominfo Sleman yang bertuliskan \'Karena di Sleman-Semua Jadi Teman\' bikin ambyar netizen di media sosial. Tulisan itu akhirnya ditambahi percakapan oleh netizen menjadi sebuah meme.
Isi meme itu yakni berupa tulisan:
"Kita pacaran yuk
Gabisa. Aku orang Sleman
Trus kenapa?"
Di akhir tulisan kemudian ditambahi dengan unggahan foto baliho dengan tulisan "Karena di Sleman - Semua Jadi Teman".
Salah satu pengunggah foto itu di Twitter adalah akun @jogmfs, Minggu (2/2/2020) lalu. Netizen pun saling menimpali cuitan tersebut dengan beragam komentar.
"Pantes, aku akhirnya cuma dianggap temen," cuit akun @dayeiscat disertai tiga emotikon menangis. Cuitan itu pun lalu di-retweet @tariknapas, "pindah bantul mba" dengan disertai emotikon menangis.
Cuitan itu pun berbalas lagi, "Kenapa harus Bantul?" tanya @dayeiscata yang kemudian dibalas "Biar seenggaknya gak auto masuk friendzone," jawab @tariknapas lagi-lagi dengan emotikon menangis.
Banyak juga netizen yang menulis bakal pindah tempat tinggal gegara posting-an itu, seperti ke Magelang atau Yogyakarta. Tak mau kalah, ada juga @KapanKitaBersua yang bikin meme dengan tema senada.
"Kamu mau ga jadi pacarku? "
"Engga"
"Kenapa? Aku orang Jogja lho. Berhati nyaman"
Diwawancarai terpisah, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sleman mengatakan baliho itu merupakan bagian untuk promosi wisata. Namun baliho itu kini sudah dicabut.
"Itu baliho untuk mempromosikan destinasi wisata di Sleman," kata Kepala Dinas Kominfo Sleman Eka Suryo Prihantaro kepada detikcom lewat pesan singkat, Senin (3/2/2020).
Eka mengatakan baliho itu pernah viral pada 2017. Eka menduga kehebohan tulisan \'Karena di Sleman-Semua Jadi Teman\' itu masih relevan dengan kondisi saat ini. Apalagi sekarang ini, gegara lagu-lagu Didi Kempot, anak-anak muda mempopulerkan \'sobat ambyar\'.
"Itu hebohnya di media sosial, tapi detailnya saya kurang tahu karena waktu itu belum menjabat kepala dinas. Tapi mungkin juga karena kata-kata semua jadi teman itu," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : detik.com
Polresta Banyumas menangkap tiga pelaku pencurian aset BTS di dua lokasi dan menduga aksi dilakukan di banyak TKP lain.
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.