Peneliti UPN Veteran Yogyakarta Kembangkan Model Branding Kopi Berbasis Kearifan Lokal
Peneliti UPN Veteran Yogyakarta mengembangkan model branding kopi berbasis kearifan lokal untuk memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global.
Pertunjukan drama kolosal Indonesia: Once Upon a Time di Hyatt Regency Yogyakarta, Selasa (31/12/2019)./Ist.-Hyatt Regency Yogyakarta)
Harianjogja.com, SLEMAN—Malam pergantian tahun berlangsung begitu meriah di Hyatt Regency Yogyakarta, Selasa (31/12/2019). Sajian drama kolosal Indonesia : Once Upon a Time berhasil memukau 500 pengunjung yang memadati Merapi Garden yang disulap menjadi teater terbuka.
Acara ini dimeriahkan oleh lebih dari 50 pengisi acara yang terdiri dari penari, penyanyi, dan pemain drama dari Hyatt People (karyawan Hyatt).
“Acara dimulai dengan pre-event dinner dan para tamu dapat menikmati lebih dari 50 menu sajian Nusantara, dari Sabang-Merauke,”ujar Fredeswinda Sukma, Personal Assistant to General Manager Hyatt Regency Yogyakarta seperti dalam rilis yang diterima Harian Jogja, (1/1).
Chef Wayan Durma dan tim sengaja membawa “mini Indonesia” sehingga para tamu mendapatkan pengalaman menikmati kuliner khas dari berbagai daerah.
“Hyatt ingin memberikan pengalaman Tahun Baru yang berbeda dari biasanya, lebih merasakan Indonesia melalui sajian drama kolosal yang berpadu dengan keindahan budaya di berbagai daerah,” ujar Nurcahyadhi General Manager Hyatt Regency Yogyakarta.
Indonesia : Once Upon a Time dimulai, acara dibuka dengan pertunjukan animasi wayang digital yang menceritakan tentang ayah dan ibu Timun Mas yang memohon kepada Buto Ijo untuk memberikan seorang anak.
Animasi wayang digital ini dikemas secara apik dan menjadi unik karena kemudian dipadukan dengan drama live yang dimainkan oleh Hyatt People berkolaborasi dengan seniman yang tergabung di Horiart. Indonesia: Once Upon a Time menceritakan tentang legenda cerita rakyat Timun Mas yang menggabungkan seni tari dan musik dari Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Guna mengalahkan Buto Ijo, Timun Mas harus “berkeliling” Indonesia untuk menemukan senjata. Masing-masing daerah pun kemudian direpresentasikan dengan pertunjukan yang sangat menarik.
Saat waktu sudah semakin mendekati pukul 00.00, para tamu diajak ke lapangan golf untuk menerbangkan lampion harapan sebagai simbol untuk mengalahkan Buto Ijo. Penerbangan lampion ini sudah menjadi trademark dari Hyatt di setiap perayaan malam Tahun Baru. Setidaknya ada lebih dari 500 lampion harapan yang diterbangkan malam itu. Tepat pukul 00.00 pesta kembang api pun mengiringi terbangnya 500 lampion harapan untuk mendapatkan yang terbaik pada 2020.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peneliti UPN Veteran Yogyakarta mengembangkan model branding kopi berbasis kearifan lokal untuk memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global.
Dugaan politik uang Pilur Panggungharjo belum dapat disimpulkan. Bawaslu Bantul meminta penanganan mengacu regulasi Pilur.
LPS mempertahankan bunga penjaminan hingga Januari 2027. Simpanan rupiah bank umum tetap 3,75%, BPR 6,25%, dan valas 2%.
DPR dan Kemenimipas sepakat membongkar fasilitas “apartemen” Lapas Cibinong setelah seluruh barang bukti didokumentasikan dan diamankan.
Aturan wajib halal pakaian jadi segera berlaku. IKM maklon khawatir terbebani sertifikasi, sementara industri hulu tekstil mengaku siap.
Imipas menyebut fasilitas “apartemen” di Lapas Cibinong tak tercatat sebagai BMN dan pembangunannya tidak menggunakan APBN.